benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus, penyakit zoonosis yang dapat menular melalui tikus maupun lingkungan yang telah terkontaminasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, menjelaskan hantavirus merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa hewan pengerat, khususnya tikus. Virus tersebut dapat menyerang saluran pernapasan maupun organ tubuh lainnya apabila seseorang terpapar melalui kontak langsung dengan tikus atau kotorannya.
“Penyakit ini merupakan zoonosis, artinya penyakit yang penularannya berasal dari hewan ke manusia. Tikus menjadi salah satu hewan yang paling dekat dengan lingkungan masyarakat sehingga perlu diwaspadai,” kata Usman, Rabu (27/5/2026).
Ia menerangkan, keberadaan tikus di lingkungan yang kotor dan jarang dibersihkan menjadi salah satu faktor risiko penyebaran penyakit. Karena itu, masyarakat diminta rutin menjaga kebersihan rumah maupun lingkungan sekitar untuk meminimalkan kontak dengan sumber penularan.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik karena hantavirus dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selama masyarakat mampu menjaga kebersihan serta menghindari kontak dengan tikus maupun area terkontaminasi, risiko penularan dapat ditekan.
“Yang paling penting adalah membudayakan kembali perilaku hidup bersih dan sehat. Sepanjang tidak kontak dengan sumber penularan, maka risiko terinfeksi bisa dicegah,” ujarnya.
Usman juga menjelaskan beberapa gejala yang perlu diwaspadai, di antaranya demam, sakit kepala, nyeri badan hingga sesak napas. Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kalau mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, badan terasa nyeri bahkan sampai sesak napas, segera datang ke fasilitas kesehatan untuk konsultasi dan pemeriksaan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kaltara juga terus mengajak masyarakat menjaga sanitasi lingkungan, membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus serta menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyebaran hantavirus. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







