benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajak seluruh masyarakat memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Upaya tersebut dinilai harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Kaltara), Usman mengatakan, penyalahgunaan narkotika bukan hanya mengancam kesehatan, tetapi juga merusak masa depan generasi muda. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta berperan aktif dalam mencegah penyebaran narkoba.
“Dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional 2026, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkotika,” kata Usman, Senin (29/6/2026).
Menurut dia, sektor kesehatan memiliki peran penting dalam penanganan persoalan narkotika. Peran tersebut tidak hanya pada aspek pengobatan, tetapi juga mencakup edukasi, deteksi dini, hingga rehabilitasi bagi penyalahguna.
“Sebagai instansi kesehatan, kami berada di garis depan pencegahan. Upaya yang dilakukan mulai dari edukasi kepada masyarakat, deteksi dini, hingga memberikan dukungan terhadap proses rehabilitasi,” ujarnya.
Dinkes Kaltara juga mengampanyekan gerakan Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika) sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak usia dini. Melalui gerakan tersebut, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Usman menegaskan keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar harus menjadi benteng utama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh narkoba.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama melawan narkotika. Bersama kita selamatkan generasi penerus agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







