Kematian Ibu dan Bayi di Kaltara Naik Dua Kali Lipat

benuanta.co.id, BULUNGAN– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat peningkatan signifikan angka kematian ibu dan bayi saat persalinan. Dalam kurun 2024 hingga 2025, jumlah kasus naik dari 8 menjadi 18 kasus atau meningkat lebih dari dua kali lipat.

Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Gizi Keluarga Dinkes Kaltara, Dadang Harmanto, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi terus meningkat apabila tidak segera ditangani.

“Kasus kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan besar di Kalimantan Utara. Salah satu kendala utama yang kami hadapi adalah faktor geografis dan akses pelayanan kesehatan yang belum merata,” sebutnya, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga :  Dinkes Kaltara Dorong Ibu Hamil dan Balita Aktif ke Posyandu

Berdasarkan data Dinkes Kaltara, kasus kematian terbanyak ditemukan di Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, Tana Tidung, dan Nunukan. Sementara Kabupaten Bulungan mencatat angka terendah.

Dadang menjelaskan, banyak wilayah di Kaltara berada di daerah pedalaman dan perbatasan dengan akses transportasi yang terbatas. Kondisi itu kerap menghambat proses rujukan pasien dalam keadaan darurat, terutama ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-80, Dinkes Kaltara Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Ojek Online

Menurut dia, keterlambatan penanganan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kematian ibu maupun bayi. Karena itu, perbaikan sistem rujukan dan penguatan layanan kesehatan dasar menjadi prioritas yang terus didorong pemerintah daerah.

Dinas Kesehatan Kaltara juga memperkuat koordinasi dengan rumah sakit, puskesmas, serta tenaga kesehatan di seluruh kabupaten dan kota. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga persalinan.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-80, Dinkes Kaltara Berikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Pengemudi Ojek Online

“Kami mendorong peningkatan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan, memperkuat jejaring rujukan, dan memastikan dukungan transportasi medis, terutama di wilayah kepulauan dan pedalaman,” ujar Dadang.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap angka kematian ibu dan bayi di Kaltara dapat ditekan sehingga target peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat tercapai. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *