Standar Kesehatan Kurban Diperketat, Pemeriksaan Jeroan Sorotan Utama

benuanta.co.id, TARAKAN – Pengawasan hewan kurban di Kota Tarakan tidak hanya dilakukan sebelum penyembelihan, tetapi juga menyasar bagian paling krusial setelah pemotongan, yakni kondisi organ dalam atau jeroan.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yaitu sebelum dan sesudah penyembelihan. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Paulus, menegaskan bahwa tahapan ini penting untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.

“Sebelum dipotong kita lakukan pemeriksaan fisik, setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan organ dalam,” ungkapnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia mengatakan, fokus utama pemeriksaan pascapemotongan berada pada organ hati. Bagian ini dinilai paling rentan menunjukkan adanya penyakit, seperti infeksi cacing hati. Jika ditemukan kondisi tersebut, penanganannya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan.

“Kalau kondisinya berat, bisa dimusnahkan seluruhnya. Tapi kalau hanya sebagian, yang rusak saja yang dibuang,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini menjadi standar penting dalam menjamin kelayakan konsumsi daging kurban. Tidak hanya itu, petugas di lapangan juga dibekali pemahaman terkait proses pemotongan yang higienis hingga distribusi daging kepada masyarakat agar tetap terjaga kualitasnya.

“Ini menjadi bagian penting untuk memastikan daging yang dibagikan ke masyarakat benar-benar aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Untuk mendukung pengawasan tersebut, tim khusus telah dibentuk dan akan ditempatkan di berbagai titik pemotongan, mulai dari masjid hingga rumah potong hewan. Setiap lokasi dipastikan mendapatkan pendampingan petugas guna mengantisipasi potensi risiko kesehatan.

“Kami pastikan setiap lokasi ada petugas yang melakukan pendampingan, supaya prosesnya sesuai standar kesehatan,” bebernya.

Paulus menegaskan, seluruh petugas yang terlibat juga telah diberikan pelatihan teknis sebelum diterjunkan. Hal ini bertujuan agar proses identifikasi penyakit pada hewan kurban dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Sebelum turun ke lapangan, mereka kami latih agar bisa mengenali tanda-tanda penyakit dengan cepat,” tegasnya.

Dengan pengawasan menyeluruh ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dalam mengonsumsi daging kurban, sekaligus memastikan pelaksanaan ibadah berjalan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.

“Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir, karena seluruh proses sudah kami awasi sesuai standar kesehatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *