Rapat Komite INOVASI Fase 3 Perkuat Kolaborasi Pendidikan Bermutu dan Inklusif

Tanjung Selor, 30 April 2026 — Rapat Komite Program INOVASI Fase 3 digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Utara dengan mengusung tema “Menuju Pendidikan Dasar Kabupaten dan Kota yang Bermutu, Inklusif, dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan dalam mendorong transformasi pendidikan dasar di Kalimantan Utara.

Dalam forum tersebut, kepala dinas pendidikan dari empat kabupaten / kota yaitu kabupaten Bulungan, Malinau, Tana tidung, Nunukan, dan kota Tarakan memaparkan perkembangan pelaksanaan program di wilayah masing-masing. Paparan mencakup capaian, tantangan, hingga praktik baik yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Forum ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar daerah dalam memperkuat implementasi program pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan.

Asisten III (Asisten Administrasi Umum) Pollymaart Sijabat, S.K.M., M.A.P., menyampaikan bahwa Program INOVASI Fase 3 periode 2024–2027 kini memasuki tahun kedua pelaksanaan dan terus mendukung implementasi pendidikan inklusif, pengembangan sekolah aman dan nyaman, serta peningkatan layanan pendidikan di wilayah terpencil dan perbatasan.

“Program INOVASI selaras dengan Program Prioritas Gubernur Kalimantan Utara periode 2024–2029, khususnya dalam agenda pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Fokusnya mencakup peningkatan kualitas layanan dasar, pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan, serta penguatan tata kelola pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Pollymart.

Konselor Pengetahuan, Inovasi dan Urusan Kemanusiaan Kedutaan Besar Australia di Jakarta Hannah Derwent dalam sambutannya secara daring mengungkapkan bahwa Pemerintah Australia melalui Program INOVASI merasa senang dapat menjadi bagian dari kemajuan pendidikan di Kalimantan Utara. kolaborasi ini telah memperkuat kualitas pendidikan dasar dan menghadirkan kemajuan nyata di berbagai daerah, mulai dari pendidikan inklusif di Bulungan, pembelajaran mendalam di Tana Tidung, hingga penerapan koding dan AI di Nunukan. Selain itu, penguatan literasi melalui TBM di Malinau serta budaya sekolah aman dan nyaman di Tarakan juga menjadi contoh praktik baik di daerah. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan program prioritas pemerintah secara lebih luas.

Dr. Muhammad Yusro, S.Pd., M.T., M.Pd Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) dalam sambutan daring juga juga mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, pemerintah kabupaten/kota, serta mitra Program INOVASI atas dukungan terhadap implementasi program-program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia menyampaikan bahwa Kalimantan Utara saat ini tengah melaksanakan tiga pilot project sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi pendidikan nasional, yaitu pembelajaran mendalam di Kabupaten Tana Tidung, pembelajaran koding dan kecerdasan buatan (AI) secara unplugged di Kabupaten Nunukan, serta program sekolah aman dan nyaman di Kota Tarakan. Ia berharap ketiga inisiatif tersebut dapat menghasilkan praktik baik yang dapat direplikasi secara lebih luas dalam pengembangan kebijakan pendidikan nasional.

Manager Program INOVASI Kalimantan Utara, Agus Prayitno, menjelaskan bahwa pada Fase 3, INOVASI juga menjalankan sejumlah program percontohan di lima daerah. Program tersebut meliputi pembelajaran mendalam di Kabupaten Tana Tidung, pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial di Kabupaten Nunukan, budaya sekolah aman dan nyaman di Kota Tarakan, literasi berbasis masyarakat di Kabupaten Malinau, serta penguatan pendidikan inklusif di Kabupaten Bulungan.

Selain itu, rapat komite juga menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan pendidikan dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama mitra pembangunan terus mendorong penguatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan sebagai ujung tombak transformasi pendidikan di daerah.

Keterlibatan Universitas Borneo Tarakan turut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pelatihan, workshop, dan penguatan kapasitas di kabupaten/kota. FKIP Universitas Borneo Tarakan juga tengah mempersiapkan pengembangan Program Studi Magister Pendidikan Dasar guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Melalui Rapat Komite Program INOVASI Fase 3 ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan semakin kuat dalam mewujudkan pendidikan dasar yang bermutu, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Kalimantan Utara.

Program INOVASI merupakan kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar. Di Kalimantan Utara, pelaksanaan INOVASI Fase 3 menjangkau lima wilayah, yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan. Program ini mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya literasi dan numerasi, penguatan pendidikan inklusif, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh anak. (**)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *