benuanta.co.id, TARAKAN – Warga Jalan Anggrek, Gang 2, RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria lanjut usia di dalam rumah kontrakan pada Minggu (20/4/2026) malam sekitar pukul 19.00 WITA. Korban diketahui tinggal seorang diri dan ditemukan dalam kondisi terbaring kaku di atas kasur.
Ketua RT 15, M. Aziz, mengungkapkan penemuan jenazah bermula saat dirinya pulang usai menunaikan salat berjamaah di masjid. Dalam perjalanan pulang, ia bertemu dengan Pak Samsudin yang merupakan pemilik kontrakan korban.
“Saya pulang salat berjamaah dari masjid, ketemu Pak Samsudin selaku pemilik kontrakan almarhum, lalu beliau memberitahukan tentang penemuan almarhum,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).
Setelah menerima informasi tersebut, Aziz mengaku segera menghubungi Bhabinkamtibmas agar penanganan dilakukan sesuai prosedur. Menurutnya, warga tidak ingin gegabah menyentuh jenazah sebelum aparat datang ke lokasi.
“Karena namanya jenazah kan kita tidak tahu ada unsur apa, jangan sampai masyarakat bertindak gegabah malah jadi salah,” katanya.
Beberapa saat kemudian, aparat bersama warga mendatangi lokasi kontrakan korban di Jalan Anggrek Gang 2. Mereka kemudian berupaya membuka pintu rumah yang dalam keadaan terkunci dari dalam.
“Sekitar jam 19.00 WITA kami bersama-sama menuju TKP dan berusaha membuka pintu kontrakannya,” terangnya.
Ia menerangkan, sebelum pintu berhasil dibuka, warga sempat mencium bau menyengat dari sekitar rumah kontrakan. Bau tidak sedap itu diduga sudah tercium sejak sehari sebelumnya.
“Di sekitar kontrakannya baunya sangat menyengat. Informasi dari tetangga, mulai ada bau tidak enak itu sejak hari Sabtu,” terangnya.
Selain itu, Aziz membeberkan berdasarkan keterangan warga sekitar, korban disebut sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas. Terakhir kali aktivitas korban diketahui pada Jumat sore pekan lalu.
“Kalau menurut informasi tetangga sebelah, mulai Jumat sore minggu lalu itu sudah tidak ada aktivitas almarhum,” ujarnya.
Karena pintu depan terkunci rapat dari dalam, warga bersama aparat akhirnya masuk melalui pintu belakang. Saat itulah korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar.
“Kami berusaha masuk dari pintu belakang, setelah masuk ditemukan jenazah di kamarnya posisi terbaring kaku di kasur,” imbuhnya.
Di sekitar tubuh korban, warga juga menemukan sejumlah obat-obatan. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban disebut memiliki riwayat sakit kepala.
“Di sekelilingnya ada obat Bodrex, dan menurut saudaranya almarhum punya riwayat sakit kepala,” lanjutnya.
Aziz menambahkan, identitas korban diketahui berasal dari Tarakan berdasarkan KTP yang ditemukan di lokasi. Korban lahir pada tahun 1959 (67) dan telah menempati kontrakan tersebut selama lebih dari tiga tahun seorang diri.
“KTP-nya asal Tarakan, kelahiran 1959 jadi sekitar 67 tahun dan memang tinggal sendiri di kontrakan itu sudah di atas tiga tahunan,” bebernya.
Menjelang ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat membagikan barang-barang peninggalan mantan istrinya kepada warga sekitar. Hal itu diketahui terjadi sekitar tiga hari lalu.
“Sekitar tiga hari yang lalu almarhum sempat bagi-bagi baju bekas mantan istrinya, ada satu karung dibagikan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban belum diketahui. Jenazah telah dievakuasi dan dikirim ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, sementara pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







