Seorang Pria Pekerja Bidang Navigasi Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun, Penyebab Kematian Masih Diselidiki

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Padat Karya RT 12, Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Rabu (3/6/2026) lalu. Hingga kini, penyebab kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Kapolsek Tarakan Utara IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat, S.Tr.K., mengungkapkan korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial HS sekitar pukul 08.40 WITA saat menuju kebunnya bersama sang ibu. Saat itu, saksi melihat seorang laki-laki tergeletak dalam kondisi sudah tidak bergerak di area kebun.

“Saksi pertama menemukan sekitar pukul 08.40 WITA saat menuju kebunnya bersama ibunya dan melihat ada sesosok laki-laki yang tergeletak kaku di area kebun,” ungkapnya, Sabtu (6/6/2026).

Baca Juga :  Pengusaha Sapi Tarakan Klaim Rugi Ratusan Juta Akibat Pasokan Tak Terkontrol

Karena tidak berani mendekati korban, saksi kemudian melaporkan temuannya ke Polsek Tarakan Utara sekitar pukul 09.00 WITA. Setelah menerima laporan tersebut, personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Sekitar pukul 09.00 WITA piket penjagaan menerima laporan lalu langsung menuju ke lokasi,” jelasnya

Di lokasi kejadian, petugas dari Polsek Tarakan Utara bersama Unit Reskrim dan Unit Intelijen segera mengamankan area sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, Unit Identifikasi (Inafis) didatangkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Saat di lokasi, anggota langsung melakukan pengamanan lokasi, kemudian sekitar pukul 10.00 WITA kami memanggil Unit Inafis untuk melaksanakan olah TKP,” bebernya.

Baca Juga :  Polisi Dalami Laporan Dugaan Penyebaran Data Pribadi yang Menyeret Dirut PDAM Tarakan

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berinisial YD, laki-laki berusia 27 tahun. Korban diketahui bekerja di bidang navigasi dan berdomisili di RT 13 Kelurahan Juata Laut, sekitar tiga kilometer dari lokasi penemuan.

“Identitas korban inisial YD, umur 27 tahun, laki-laki, dan alamat terakhirnya di RT 13 Juata Laut,” terangnya.

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tarakan untuk dilakukan Visum et Repertum sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Sekitar pukul 11.00 WITA setelah selesai olah TKP, jenazah dibawa ke RSUD untuk dilaksanakan visum repertum,” tuturnya.

Baca Juga :  Tarif Tiket Pesawat Penyumbang Terbesar Inflasi Tarakan pada Mei 2026

IPTU Ghazy mengatakan hingga saat ini hasil visum masih belum diterima oleh penyidik sehingga kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Oleh karena itu, proses penyelidikan masih terus berjalan dengan mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan.

“Untuk hasil pemeriksaan visum belum keluar, sehingga penyebab kematian masih dalam penyelidikan dan belum bisa dipastikan,” tegasnya.

IPTU Ghazy menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Meski demikian, kepolisian tetap menunggu hasil pemeriksaan medis untuk melengkapi proses penyelidikan.

“Untuk tanda-tanda kekerasan atau kontak fisik tidak ada,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *