Keterbatasan Guru Jadi Tantangan Sekolah Nasional Terintegrasi di Tarakan

benuanta.co.id, TARAKAN – Rencana pembukaan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kota Tarakan menghadapi tantangan berupa keterbatasan tenaga pengajar. Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan mengakui masih kekurangan guru, sementara sekolah baru tersebut diperkirakan membutuhkan puluhan tenaga pendidik.

Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah daerah diharapkan ikut berpartisipasi dalam penyediaan guru sementara.

“Nah, tentu ini juga menjadi kendala bagi kami, karena kami sendiri kekurangan guru, apalagi nanti kalau sebagian guru itu ditugaskan ke sana,” ujarnya.

Baca Juga :  BMKG Tarakan: Potensi Hujan Malam hingga Dini Hari

Ia menjelaskan, Sekolah Nasional Terintegrasi membutuhkan sekitar 36 guru untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin membebani kebutuhan guru di sekolah-sekolah yang sudah ada.

“Kalau tidak salah itu butuh 36 guru untuk SMP dan SMA. Sementara saat ini kita masih kekurangan guru,” ujarnya.

Kendati demikian, pemerintah pusat juga telah menyiapkan skema perekrutan tenaga pendidik dan kepala sekolah untuk mendukung operasional SNT. Proses seleksi dilakukan langsung oleh kementerian. Tamrin menjelaskan, seleksi kepala sekolah dibuka bagi kepala sekolah yang masih aktif maupun mantan kepala sekolah yang memiliki pengalaman memimpin satuan pendidikan.

Baca Juga :  Lima SPPG Tutup di Tarakan, Fasilitas Belum Standar BGN

“Seperti perekrutan calon kepala sekolah ini kan terbuka, jadi kepala sekolah yang sudah menjabat sekarang, termasuk yang sudah tidak menjadi kepala sekolah tapi punya pengalaman menjadi kepala sekolah itu boleh mendaftar,” jelasnya.

Menurut Tamrin, rekrutmen kepala sekolah hampir selesai. Dari Tarakan, tiga peserta telah lolos hingga tahap wawancara dan kini tinggal menunggu hasil pengumuman.

Sementara itu, pembangunan fisik SNT di kawasan Mamburungan belum dimulai. Pemerintah Kota Tarakan telah menyediakan lahan dan saat ini tengah menyelesaikan proses sertifikasi sebelum dihibahkan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga :  ADO Kaltara Sambut Baik Klarifikasi Sekolah, Siap Tertibkan Pengemudi Ojol

Adapun Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya akan berbeda dengan Sekolah Rakyat. Jika Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4, maka SNT dikhususkan bagi peserta didik berprestasi.

“Kalau sekolah nasional terintegrasi itu diperuntukkan bagi anak-anak yang berprestasi, sementara Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang kurang mampu,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *