Kualitas Udara Memburuk, Disdik Tarakan Siapkan Opsi Belajar Daring

Tarakan21 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Kendati kualitas udara saat ini masih berada dalam kategori sedang, Disdik Tarakan tidak menutup kemungkinan mengubah pola pembelajaran apabila kondisi udara memburuk dan masuk kategori tidak sehat.

Kepala Dinas Pendidikan Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan kondisi saat ini belum menjadi alasan untuk meliburkan sekolah. Namun, kegiatan pembelajaran di luar ruangan mulai dibatasi sebagai bentuk pencegahan terhadap paparan udara yang kurang baik.

“Untuk Kota Tarakan ini sebetulnya masih dalam kategori sedang. Kalau kategori sedang itu pembelajaran masih tetap dilaksanakan, cuma sudah dibatasi untuk outdoor,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, kualitas udara yang berada pada kategori sedang masih memungkinkan pembelajaran tatap muka berlangsung. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi satuan pendidikan agar tidak mengabaikan faktor kesehatan siswa.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Gusher Tarakan Tembus Rp80 Ribu per Kg, Tomat dan Terong Justru Turun

Disdik meminta sekolah setidaknya menyiapkan masker bagi siswa dan tenaga pendidik. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila kualitas udara terus mengalami penurunan.

Tamrin menegaskan, opsi pembelajaran daring baru akan diberikan apabila kualitas udara telah masuk kategori tidak sehat. Artinya, keputusan untuk mengubah sistem pembelajaran akan sangat bergantung pada perkembangan indeks standar pencemar udara (ISPU).

“Kalau sudah masuk kategori tidak sehat, itu kita sudah memperbolehkan melakukan pembelajaran daring. Kemudian harus menggunakan masker,” jelasnya.

Saat ini, kualitas udara Tarakan disebut berada di kisaran angka 87. Angka tersebut masih masuk kategori sedang dengan rentang 51 sampai 100. Sementara ISPU di atas 100 hingga 200 telah masuk kategori tidak sehat.

Baca Juga :  Digali hingga 8 Meter, Batu Bara di Jalan Pantai Amal Lama Masih Membara

Kondisi ini membuat Disdik masih mempertahankan pembelajaran tatap muka. Namun, Tamrin mengakui hingga kini belum ada laporan dari sekolah terkait siswa yang harus tidak masuk akibat mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Sampai sekarang belum ada. Karena memang juga belum terlalu, belum masuk kategori ISPU itu tidak sehat,” terangnya.

Meski belum ditemukan laporan siswa absen akibat ISPA, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan potensi risiko kesehatan apabila kualitas udara terus memburuk. Terlebih, aktivitas sekolah melibatkan anak-anak yang setiap hari harus beraktivitas dalam lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, Disdik Tarakan berencana menerbitkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan sebagai pedoman menghadapi kondisi kualitas udara yang terdampak karhutla.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Pengaruhi Proses Pembentukan Awan di Tarakan

“Nanti juga kami dari Dinas Pendidikan akan memberikan surat edaran ke satuan-satuan pendidikan. Meskipun sebetulnya edaran Menteri itu juga ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan,” ungkapnya.

Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan setiap sekolah memiliki acuan yang sama, terutama jika kondisi udara bergerak dari kategori sedang menuju tidak sehat.

Dengan kondisi ISPU yang masih berada di bawah ambang tidak sehat, sekolah di Tarakan belum diliburkan. Namun, kemungkinan perubahan sistem pembelajaran tetap terbuka jika kualitas udara mengalami peningkatan pencemaran.

Disdik kini menempatkan pembatasan aktivitas luar ruangan, kesiapan masker, serta penerbitan surat edaran sebagai langkah awal sebelum mengambil keputusan lebih jauh terkait kegiatan belajar mengajar. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *