benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal, seiring memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti mengatakan, peningkatan kasus mulai terlihat pada Jumat dan Sabtu pekan lalu. Pada Jumat tercatat satu kasus pneumonia dan lima kasus ISPA. Kemudian pada Sabtu, jumlah kasus meningkat menjadi tiga kasus pneumonia dan delapan kasus ISPA.
“Memang terjadi peningkatan yang signifikan. Kemarin awalnya yang terdampak itu kelompok anak balita, tetapi hari ini sudah terjadi peningkatan kasus di semua kelompok umur,” ujar Devi saat meninjau kondisi di Pantai Amal, Senin (25/8/2026).
Menurutnya, perkembangan kasus tersebut menjadi perhatian Dinkes lantaran asap karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Pemantauan pun dilakukan setiap hari oleh petugas Puskesmas Pantai Amal.
Dirinya menjelaskan, Puskesmas Pantai Amal melayani masyarakat di satu kelurahan. Karena itu, data peningkatan kasus yang ditemukan tersebut berasal dari wilayah Pantai Amal.
“Teman-teman Puskesmas melakukan identifikasi setiap hari terkait dengan itu. Karena sebelumnya tidak seperti ini, sekarang sudah terjadi perubahan, ada peningkatan kejadian,” terangnya.
Dinkes juga terus melakukan pemantauan terhadap kelompok usia dewasa yang sebelumnya belum menunjukkan peningkatan kasus pada Jumat dan Sabtu. Ia mengatakan, pada Senin (25/8/2026), peningkatan kasus ISPA sudah mulai ditemukan pada pasien di poli umum, tidak hanya kelompok balita.
“Bukan hanya balita saja, tapi yang poli dewasa atau umum itu ada peningkatan kasus untuk penyakit ISPA,” jelasnya.
Untuk mencegah dampak paparan asap, Dinkes bersama Puskesmas Pantai Amal membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengimbau warga untuk menggunakannya, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.
Devi menerangkan, penggunaan masker diperlukan agar asap tidak langsung terhirup. Paparan asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata hingga menimbulkan keluhan seperti batuk dan gangguan saluran pernapasan.
“Yang kita cegah adalah asap. Kalau terhirup bisa menyebabkan batuk dan akhirnya ISPA,” tuturnya.
Dinkes memastikan sosialisasi penggunaan masker akan terus dilakukan selama kondisi karhutla masih berdampak terhadap kualitas udara di wilayah Pantai Amal. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








