benuanta.co.id, BULUNGAN – Kondisi Sungai Kayan yang sedang surut membuat aktivitas warga Desa Teras Nawang, Kabupaten Bulungan, terganggu. Akses menuju Desa Teras Baru yang biasanya menggunakan perahu menjadi sulit karena air sungai tidak cukup dalam untuk dilalui.
Kondisi ini juga dirasakan para pelajar. Sejumlah pelajar yang bersekolah di Tanjung Palas bahkan terlihat berenang menyeberangi sungai setelah pulang sekolah.
Hal itu dilakukan karena perahu tidak bisa melintas seperti biasanya saat air sungai surut. Padahal, bagi pelajar Desa Teras Nawang, menyeberang Sungai Kayan merupakan akses yang harus mereka lalui setiap hari untuk bersekolah.
Gunawan, salah satu pelajar asal Desa Teras Nawang, mengatakan kondisi sungai yang surut cukup menyulitkan dirinya dan teman-temannya untuk pergi ke sekolah.
“Ya tentu saya pelajar juga, akses untuk sekolah jadi terhambat,” katanya, Rabu (26/8/2026).
Ia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Menurutnya, akses transportasi yang aman sangat dibutuhkan agar para pelajar tidak khawatir terlambat atau bahkan tidak bisa berangkat sekolah ketika air sungai kembali surut.
“Kami sebagai anak sekolah Desa Teras Nawang, semoga ke depannya pemerintah bisa memperhatikan akses air. Buatkan alur pelayaran atau transportasi yang aman, agar kami bisa terus sekolah ke Tanjung tanpa takut terlambat atau tidak bisa berangkat saat air surut,” ujarnya.
Selain jalur transportasi air, Gunawan juga berharap adanya jembatan yang dapat menjadi akses alternatif bagi masyarakat Teras Nawang.
“Semoga ke depannya ada jembatan gantung untuk kami orang Teras Nawang. Dengan begitu, kami tidak lagi kesulitan untuk berangkat ke sekolah jika terjadi pendangkalan seperti ini lagi,” katanya.
Tidak hanya sekolah, kondisi sungai yang surut juga membuat aktivitas warga lainnya ikut terganggu. Warga yang biasanya menggunakan perahu untuk menyeberang harus menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi air sungai.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan kondisi pendangkalan Sungai Kayan masih perlu dikaji untuk menentukan penanganan yang tepat.
“Tentu kita masih perlu dikaji ya. Kita coba komunikasikan kepada dinas terkait apa langkah upaya yang bisa kita lakukan, baik itu skala mungkin dengan konsep normalisasi ataupun pengerukan,” kata Syarwani.
Ia juga menyoroti aktivitas anak-anak Desa Teras Nawang yang setiap hari harus menyeberang ke Desa Teras Baru untuk bersekolah.
“Di sisi lain setiap hari anak-anak kita di Desa Teras Nawang ke Teras Baru itu untuk melanjutkan sekolahnya, itu kita fasilitasi nanti. Kita lihat lagi bagaimana dan bersama siapa apa yang nantinya kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Syarwani, pendangkalan terjadi di sekitar perairan Desa Teras Nawang dan Desa Teras Baru. Pemerintah daerah akan melihat langkah yang bisa dilakukan, termasuk kemungkinan normalisasi maupun pengerukan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Sungai Kayan masih menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat. Terutama bagi para pelajar yang harus menyeberang setiap hari untuk bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli








