Anak Muda Kaltara Didorong Kembangkan Bakat di Dunia Fashion

Bulungan51 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Sedikitnya 15 peserta yang sebelumnya lolos seleksi Lomba Fashion Design kini mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan mereka lebih jauh.

Belasan peserta itu dibagi menjadi lima tim. Setiap tim berisi tiga orang yang kemudian mengikuti coaching bersama mentor fashion, Fomalhaut Zamel dan Ade Suhanda.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Karya Kreatif Benuanta 2026 dan merupakan kolaborasi Dekranasda Kaltara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara serta Disperindagkop Kaltara.

Tidak hanya soal membuat desain, para peserta juga belajar bagaimana menuangkan ide menjadi sebuah karya yang bisa dikembangkan. Mulai dari desain sampai teknik menjahit menjadi bagian dari pembinaan yang mereka jalani.

Baca Juga :  Kabut Asap Mengintai, Disdikbud Bulungan Imbau Siswa Kurangi Aktivitas Luar

Wakil Harian Dekranasda Kaltara, Sipta Meylina mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi anak muda untuk mencoba mengembangkan kreativitasnya di dunia fashion.

“Yang penting bukan hanya bisa membuat desain, tapi bagaimana ide yang dimiliki bisa diwujudkan menjadi karya dan punya nilai,” kata Sipta, Senin (24/8/2026).

Menariknya, peserta juga didorong untuk memasukkan unsur budaya Kaltara ke dalam karya mereka. Batik dan tenun khas daerah menjadi salah satu kekayaan yang bisa dijadikan inspirasi.

Baca Juga :  Kualitas Udara Tanjung Selor Masuk Kategori Sedang

Menurut Sipta, budaya lokal sebenarnya punya banyak cerita dan keunikan yang bisa dibawa ke dalam fashion. Tinggal bagaimana anak muda mengemasnya supaya tidak terlihat ketinggalan zaman.

“Budaya daerah kita bisa masuk ke fashion modern. Karena karya kita di Kalimantan sudah luar biasa bagus ya, justru itu yang bisa menjadi pembeda dari karya yang dibuat,” ujarnya.

Baca Juga :  Dermaga Kayan II Tanjung Selor Dangkal, Rencana Penyedotan Pasir Pekan Ini

Sipta mengatakan, kemampuan yang didapat peserta diharapkan tidak berhenti setelah coaching selesai. Para peserta bisa terus berlatih dan mengembangkan karya hingga nantinya mampu menjadikannya sebagai peluang usaha.

“Kita ingin mereka tidak berhenti sampai di sini. Kalau kemampuan ini terus dikembangkan, bukan tidak mungkin bisa menjadi usaha dan melahirkan desainer muda dari Kaltara,” tutupnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *