3 Rumah Ludes di Karang Balik Tarakan

Tarakan17 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran rumah terjadi di kawasan Karang Balik, Gang Melati, RT 06, Kota Tarakan, Sabtu (22/8/2026) sore. Kebakaran tersebut terjadi di tengah permukiman warga yang rumah-rumahnya berdiri cukup berdempetan.

Laporan mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 15.32 WITA. Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Dari pantauan di lokasi, terdapat dua rumah terdampak dalam peristiwa tersebut.

Pemilik rumah, Dony Hafianag, mengungkapkan saat kejadian ia sedang berada di luar rumah, sementara anak dan istrinya berada di rumah. Ketika kembali, ia mendapati rumahnya sudah dalam kondisi terbakar.

“Saya tidak tahu asal apinya dari mana. Waktu saya pulang dari, rumah sudah terbakar,” ungkapnya, Sabtu (22/8/2026).

Anak Dony, Ali, mengatakan api diduga pertama kali muncul dari bagian kamarnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab yang memicu kebakaran tersebut.

“Sepertinya api berasal dari kamar saya, tapi saya tidak tahu penyebabnya apa,” jelasnya.

Menurut Ali, api kemudian merambat dengan cukup cepat hingga menjalar ke seluruh bagian rumah. Kondisi bangunan yang berada di kawasan permukiman dengan jarak antarrumah yang berdekatan membuat kebakaran tersebut perlu segera ditangani agar tidak semakin meluas.

“Apinya merambat cukup cepat sampai ke seluruh rumah,” tukasnya.

Api yang muncul di salah satu rumah dengan bangunan yang berdempetan dengan permukiman warga tersebut dilaporkan merambat sangat cepat hingga menyebabkan rumah di sekitarnya ikut terdampak.

Anak pemilik rumah, Muhammad Ali, mengatakan dirinya baru tiba di rumah sekitar pukul 15.00 WITA setelah sebelumnya berada di Polresta Tarakan. Setelah sampai di rumah, ia sempat beristirahat sebelum mendengar suara keributan dari rumah sebelah.

“Sekitar jam tiga lewat, dari Polres tadi ke rumah. Terus saya istirahat sebentar,” ungkapnya.

Tak lama kemudian, Ali mendengar suara seperti ada barang yang terjatuh atau seseorang melompat dari rumah sebelah. Ia kemudian mendengar warga berteriak hingga menyadari api sudah mulai membesar.

“Saya dengar orang kayak ada buang barang atau pokoknya ribut di rumah yang ini (rumah sebelahnya). Tidak lama saya dengar ada yang teriak, ‘Api, api!’” jelasnya.

Ali mengatakan api membesar dalam waktu sangat singkat. Bahkan, menurut dia, kobaran api hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk melahap bagian rumah dan kemudian merambat ke bangunan di sebelahnya.

“Tidak sampai dua menit, terbakar semua di situ,” katanya.

Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian turut membuat api semakin cepat menjalar. Bangunan rumah yang berada sangat berdekatan dengan rumah lainnya juga membuat kobaran api mudah menyambar ke bagian bangunan di sekitar lokasi.

“Angin lumayan kencang tadi, jadi cepat dia menyambar bagian sini,” bebernya.

Ali menjelaskan rumah yang terdampak masih berada dalam lingkungan keluarga. Rumah miliknya merupakan bangunan dua lantai, sedangkan beberapa rumah di bagian belakang juga masih ditempati anggota keluarganya.

Baca Juga :  PSC Gelar Jalan Santai Karyawan Bersama Warga Sekitar Phoenix Residence

“Ini (rumah di dekatnya) masih rumah keluarga juga. Yang ini rumah saya,” ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan. Meski demikian, beberapa barang dan dokumen penting berhasil diamankan, termasuk ijazah milik Ali.

“Sisanya habis terbakar di dalam. Tapi kalau berkas penting seperti ijazah saya masih aman,” katanya.

Ali mengatakan, sebagian dokumen penting lainnya memang sengaja disimpan di sekolah sehingga tidak ikut terbakar. Sementara itu, terdapat satu surat terkait rumah yang diketahui ikut terbakar dalam kejadian tersebut.

“Kalau surat rumah, ada yang terbakar. Yang lainnya saya simpan di sekolah, jadi berkas saya semua aman,” terangnya.

Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Ali menyebut titik api diduga berasal dari area kamarnya di bagian belakang pendingin udara atau AC yang terdapat sejumlah kabel. Ia sempat naik ke lantai atas dan melihat bagian tersebut menjadi area yang pertama kali terbakar.

“Saya rasa kamar saya, karena pusat api itu paling dekat dengan kamar saya. Yang saya lihat menyala pertama itu belakang AC, kan ada kabel-kabel,” imbuhnya.

Meski demikian, Ali menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Ia hanya mendapat informasi mengenai suara seperti korsleting sebelum api muncul.

“Ada cerita dari orang-orang sekitar, bilang tadi kayak ada suara konslet, kayak suara kabel konslet.Tidak lama dari situlah mulai nyala api,” lanjutnya.

Ali menuturkan api kemudian semakin cepat membesar karena material bangunan yang mudah terbakar. Bagian tertentu rumah menggunakan plywood dan kayu, sementara kabel serta sejumlah perangkat seperti AC dan kipas membuat api cepat menjalar hingga ke bagian atas bangunan.

“Karena plywood saya dan kayu-kayu di atas, itu terbakar. Api juga naik ke atas karena kabel-kabel sampai ke atas,” tuturnya.

Ia juga menyebut kobaran api dari rumah pertama dengan cepat menyeberang ke rumah di sebelahnya karena jarak antarbangunan sangat berdekatan.

“Tidak sampai dua menit langsung menyambar ke rumah saya,” tukasnya.

Sementara itu, pemilik rumah (Ayah Ali), Dony Hafianah, memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai ratusan juta rupiah. Rumah tersebut dibangun secara bertahap sejak 2014 dengan biaya awal sekitar Rp185 juta.

“Ratusan juta pasti. Saya bangun tahun 2014, waktu itu habis Rp185 juta,” katanya.

Dony mengatakan pembangunan rumah tersebut merupakan hasil dari tabungan yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun sejak masih bekerja. Rumah tidak langsung selesai dalam sekali pembangunan, melainkan terus diperbaiki dan ditambah secara bertahap sesuai kemampuan.

“Saya mulai mengumpulkan uang itu tahun 1990. Sedikit-sedikit, nggak langsung jadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasil 492 Loker Job Fair Tarakan Belum Dilaporkan ke Disnaker

Ia menjelaskan rumah tersebut dibangun dan dikembangkan secara bertahap hingga akhirnya memiliki bangunan dua lantai. Menurut Dony, proses pembangunan rumah memerlukan waktu panjang karena dana yang digunakan dikumpulkan secara perlahan dari hasil bekerja.

“Akhirnya mengumpul buat sendiri, sedikit-sedikit. Direhab, direhab, kemudian ditambah,” katanya.

Dony juga menerangkan terdapat perbedaan material pada bagian rumah. Bangunan dua lantai menggunakan material yang berbeda dengan rumah kecil di bagian lainnya yang sebagian besar berbahan kayu.

“Kalau rumah yang kecil ini full kayu,” terangnya.

Dony diketahui pensiun pada 2021, sementara istrinya masih bekerja sebagai tenaga pendidik di SMP 2. Ia mengatakan perjalanan membangun rumah tersebut tidak terlepas dari proses panjang selama dirinya dan keluarga masih bekerja.

“Saya pensiun tahun 2021, sekarang yang kerja ibu saja, di SMP 2,” pungkasnya.

Kebakaran tersebut terjadi di kawasan permukiman dengan posisi rumah yang saling berdekatan. Kondisi itu membuat api berpotensi menjalar dengan cepat, terlebih saat angin bertiup cukup kencang. Hingga kebakaran berhasil ditangani, sejumlah bagian rumah dilaporkan telah hangus terbakar dan kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Laporan kebakaran diterima Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Kota Tarakan sekitar pukul 15.23 WITA, dan petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian.

Kepala Bidang PMK Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko, mengungkapkan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan dan tiba di lokasi dalam waktu sekitar lima menit.

“Kita terima laporan tadi jam 15.23 WITA, lima menit setelah itu kita sampai di sini,” ungkapnya.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung menyiapkan armada untuk melakukan pemadaman. Proses penyemprotan air mulai dilakukan sekitar pukul 15.30 WITA dari sektor barat dengan mengerahkan satu unit fire dan satu unit supply.

“Kita sudah siap tembak jam 15.30. Pemukul pertama ada di sektor barat, ada satu unit fire dan satu unit supply,” jelasnya.

Dalam proses pemadaman, kekuatan personel dan armada kemudian ditambah untuk mempercepat pengendalian api. Bantuan datang dari Mako dengan satu unit fire dan satu unit supply, kemudian diperkuat dua unit supply dari PDAM serta satu brigade fire Pertamina dengan 10 personel. Tim tersebut juga mendapat dukungan dari Red Car.

“Kemudian datang backup dari Mako, satu unit fire, satu unit supply. Dari PDAM ada dua unit supply, terakhir backup dari Pertamina satu brigade fire dengan jumlah personel 10 orang,” paparnya.

Secara keseluruhan, operasi pemadaman melibatkan sekitar 35 personel di luar relawan yang turut membantu di lokasi. Eko menyebut jumlah tersebut merupakan gabungan personel dari berbagai unsur yang diterjunkan untuk mengendalikan kebakaran.

“Total keseluruhan personel 35 personel, itu di luar relawan,” katanya.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit hingga api utama berhasil dikendalikan. Berdasarkan laporan anggota di lapangan, pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 16.15 WITA, sementara proses pendinginan masih dilakukan setelah api utama berhasil dipadamkan.

Baca Juga :  Pajak Hiburan di Tarakan Capai Rp 2,1 Miliar

“Selesai pemadaman jam 16.15. Pemadaman sekitar 45 menit, pendinginan masih berlangsung hingga sekarang,” ujarnya.

Lamanya proses pemadaman tidak terlepas dari kondisi bangunan di lokasi yang sebagian besar menggunakan material kayu dan berdiri rapat dalam kawasan permukiman padat. Posisi rumah yang berdempetan membuat api lebih mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

“Bangunannya rumah panggung, kayu, rapat, berdekatan,” bebernya.

Petugas kemudian menerapkan strategi lokalisasi dengan membagi operasi pemadaman ke dua sektor. Langkah tersebut dilakukan karena api sempat melompat ke bagian belakang permukiman dan terdapat bangunan lain yang berada cukup dekat dengan titik kebakaran utama.

“Kita melakukan lokalisir. Api tadi sempat nyebrang, di belakang juga padat, jadi kita tempatkan fire di dua titik yang berbeda,” imbuhnya.

Menurut Eko, bangunan utama yang menjadi titik awal kebakaran mengalami kerusakan paling parah karena sebagian besar konstruksinya berbahan kayu. Api juga sempat menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitarnya, namun petugas berhasil mencegah kobaran meluas lebih jauh.

“Alhamdulillah kita berhasil lokalisir,” lanjutnya.

Berdasarkan pendataan awal PMK Kota Tarakan, terdapat tujuh kepala keluarga dengan total 22 jiwa yang terdampak dalam kejadian tersebut. Dari jumlah bangunan yang terdampak, tiga bangunan dilaporkan habis terbakar, sedangkan tiga bangunan lainnya sempat terkena api tetapi berhasil dikendalikan sebelum terbakar habis.

“Laporan awal sementara terdapat tujuh KK, 22 jiwa. Tiga terbakar dan tiga terdampak,” terangnya

Eko menjelaskan api sempat menyala pada bangunan yang masuk kategori terdampak, tetapi petugas berhasil mengendalikannya sehingga bangunan tersebut tidak sampai terbakar seluruhnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu hasil dari upaya lokalisasi yang dilakukan petugas sejak awal pemadaman.

“Sempat menyala, tapi tidak sempat terbakar. Berhasil kita kendalikan,” katanya.

Dukungan tambahan armada membuat pasokan air tetap dapat dipertahankan selama proses pemadaman. Eko menilai koordinasi antarpihak menjadi bagian penting dalam menjaga operasi tetap berjalan hingga api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan.

“Tantangan kita adalah bagaimana supply ini bisa langsung kontinu, tetapi Alhamdulillah kita berhasil melokalisir,” tambahnya.

Eko menegaskan keberhasilan pemadaman juga dipengaruhi oleh respons cepat petugas sejak laporan diterima. Dari laporan yang masuk pada pukul 15.23 WITA, petugas tiba sekitar lima menit kemudian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 15.30 WITA hingga api utama berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.15 WITA.

“Kita terima laporan jam 15.23, lima menit setelah itu kita sampai sini, kemudian sudah siap tembak jam 15.30,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *