benuanta.co.id, TARAKAN – Posko penerimaan bantuan untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibuka PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI Cabang Tarakan hingga kini belum menerima bantuan dari masyarakat.
Padahal, PELNI memberikan fasilitas pengiriman secara gratis melalui kapal penumpang untuk membantu menyalurkan kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Maumere dan sekitarnya.
Kepala Cabang PELNI Tarakan, Ferdy Ronny Masengi mengatakan, pembukaan posko tersebut merupakan arahan manajemen pusat PELNI. Posko dibuka di pelabuhan-pelabuhan yang disinggahi kapal penumpang PELNI untuk mengakomodir bantuan yang akan dikirim ke wilayah NTT.
“Sejauh ini sampai saat ini belum ada. Belum ada,” ujar Ferdy saat dikonfirmasi mengenai bantuan yang telah masuk ke posko PELNI Tarakan.
Untuk pengiriman dari Tarakan, masyarakat dapat memanfaatkan dua kapal penumpang PELNI, yakni KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang. Kedua kapal tersebut menyinggahi pelabuhan di wilayah NTT.
Tidak ada batasan berat yang secara khusus ditetapkan untuk bantuan yang akan dikirimkan. Namun, PELNI tetap akan melakukan verifikasi terhadap jumlah barang dengan menyesuaikan kapasitas yang tersedia di atas kapal.
Bantuan yang diprioritaskan meliputi makanan, air minum, tenda, terpal, selimut, perlengkapan tidur, penerangan, obat-obatan dan perlengkapan medis, popok anak dan dewasa, pembalut, susu serta makanan bayi.
Untuk mengirim bantuan, masyarakat wajib melengkapi surat pengantar resmi dari lembaga, komunitas atau instansi beserta rincian isi barang.
Barang juga harus dikemas dengan baik, rapat dan aman. Khusus barang yang mudah pecah, wajib diberi tanda “Fragile”.
PELNI mengingatkan agar bantuan dikemas secara layak karena barang akan menempuh perjalanan melalui laut dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai ke pelabuhan tujuan. Barang yang dikirim juga tidak boleh termasuk barang mudah terbakar, beracun maupun barang yang dilarang.
Ferdy mengakui, sosialisasi mengenai keberadaan posko bantuan tersebut kepada masyarakat di Tarakan masih terbatas. Saat ini informasi baru disampaikan melalui media yang dikelola PELNI.
“Memang kalau secara ini memang belum ya, karena kita baru merilis melalui media-media kami saja,” ungkapnya.
Menurutnya, sebelumnya masing-masing daerah masih dapat menggunakan media yang dimiliki untuk menyampaikan informasi. Namun, saat ini publikasi terkait kegiatan tersebut harus dilakukan secara terpusat melalui kantor pusat PELNI.
Kendati sosialisasi masih terbatas, masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan tetap dapat langsung mendatangi kantor cabang PELNI Tarakan atau terminal penumpang pelabuhan. Petugas PELNI akan disiagakan untuk menerima bantuan.
Terkait batas waktu, hingga kini belum ada arahan dari pusat mengenai tanggal penutupan posko. Dengan demikian, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menyalurkan bantuan.
“Sementara untuk sampai kapan penutupan dan ini sementara belum ada. Dari pusat bahwa sampai tanggal berapa ditutup, enggak ada,” ungkapnya.
Seluruh bantuan yang diterima nantinya akan disalurkan oleh lembaga pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Call Center PELNI di (021) 162 atau mendatangi kantor cabang PELNI terdekat. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli








