Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, Nelayan Tarakan Diminta Waspadai Aktivitas di Malam Hari

Tarakan81 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai menjadi perhatian aparat kepolisian karena berpotensi mengganggu keselamatan aktivitas masyarakat di perairan Tarakan.

Kondisi jarak pandang yang menurun membuat nelayan diminta lebih waspada, khususnya ketika melaut hingga sore dan malam hari. Minimnya jarak pandang dapat menyulitkan nelayan mengenali keberadaan perahu lain maupun benda yang berada di jalur pelayaran.

Kasat Polairud Polres Tarakan, AKP Elga Elite Raga Satria mengatakan keselamatan harus menjadi perhatian utama nelayan di tengah kondisi perairan yang turut terdampak kabut asap.

“Situasi sekarang banyak fenomena kebakaran hutan yang menyebabkan kabut di sekitar perairan laut. Saya harapkan para nelayan mengutamakan keselamatan dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas karena jarak pandang terbatas,” ujarnya.

Baca Juga :  Pajak Hiburan di Tarakan Capai Rp 2,1 Miliar

Menurutnya, risiko kecelakaan dapat meningkat ketika nelayan tetap beraktivitas pada malam hari tanpa dukungan penerangan yang memadai. Karena itu, lampu penerangan pada perahu menjadi salah satu perlengkapan penting untuk memastikan keberadaan perahu dapat terlihat oleh pengguna jalur pelayaran lainnya.

“Kalau melakukan aktivitas malam, usahakan menggunakan lampu penerangan. Kalau tidak menggunakan penerangan sangat berbahaya. Bisa terjadi tabrakan antarperahu atau menabrak benda yang ada di laut, baik sampah, kayu maupun benda lainnya,” terangnya.

Selain penerangan, Elga juga mengingatkan nelayan agar tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan. Life jacket wajib dibawa sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat di tengah laut. Nelayan juga diminta memperhitungkan kapasitas perahu sebelum berangkat. Muatan yang berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan perahu dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kondisi perairan dan jarak pandang tidak mendukung.

Baca Juga :  Sebagian Besar Isi Gudang Toko STB Ludes Terbakar

“Jangan lupa juga membawa life jacket agar apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, ada penyelamat untuk diri sendiri. Muatan juga harus diperhatikan, jangan sampai melebihi kapasitas karena bisa membahayakan diri sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Satpolairud Polres Tarakan tetap melaksanakan patroli rutin setiap hari melalui kegiatan KRYD di wilayah perairan Pulau Tarakan. Patroli tersebut sekaligus dimanfaatkan petugas untuk memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.

Baca Juga :  SNT Tarakan Disiapkan Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, 20 Hektare Lahan Tunggu Hibah Kementerian

Elga mengatakan wilayah kerja Satpolairud Polres Tarakan mencakup seluruh perairan di Pulau Tarakan. Masyarakat yang mengalami kendala atau membutuhkan bantuan saat berada di laut dipersilakan segera melapor kepada petugas.

Layanan bantuan tersebut, kata dia, tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat menghubungi kepolisian melalui layanan 110 atau mendatangi langsung Satpolairud Polres Tarakan.

“Kalau masyarakat ada hambatan atau kendala, silakan dilaporkan kepada kami. Pelayanan ini gratis tanpa dipungut biaya. Kami siap melayani masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *