Sebagian Besar Isi Gudang Toko STB Ludes Terbakar

Tarakan90 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Gudang Toko Sinar Terang Baru (STB) di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah, terbakar pada Senin (17/8/2026) sore. Kebakaran menghanguskan hampir seluruh isi gudang yang menyimpan berbagai stok sembako.

Kepala Bidang PMK Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko, mengungkapkan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.40 WITA dan langsung melakukan pemadaman.

“Dari Mako duluan, sampai di sini jam 16.40 kita sudah sampai melakukan pemadaman,” ungkapnya.

Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 17.40 WITA dan dilanjutkan dengan pendinginan. Pendinginan masih dilakukan karena bangunan gudang cukup luas dan petugas masih memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Pemadaman selesai jam 17.40 dan sampai sekarang kita masih pendinginan, karena cukup luas bangunannya,” katanya.

Eko memperkirakan gudang yang terbakar memiliki luas sekitar 20 meter x 30 meter. Bangunan tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai stok barang Toko STB, terutama sembako.

Baca Juga :  Waspada! Banjir Rob di Tarakan pada 14-15 Agustus, Tinggi Muka Laut Capai 3,6 Meter

“Kurang lebih 20 kali 30 meter, isinya sembako,” jelasnya.

Banyaknya barang di dalam gudang membuat titik api terus bermunculan sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu. Sejumlah barang seperti sabun, kacang-kacangan, bahan makanan dan tumpukan air mineral ikut terbakar.

“Betul sekali, titik api terus muncul karena di dalam banyak barang. Ada kacang dan teman-temannya, air mineral juga terbakar,” bebernya.

Petugas juga menghadapi kepulan asap yang sangat pekat selama proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat petugas harus menggunakan perlengkapan oksigen saat masuk ke dalam gudang.

“Asapnya sangat pekat, pedas sekali asapnya sampai kena mata,” tuturnya.

PMK mengerahkan dua unit yang dilengkapi perlengkapan oksigen untuk membantu petugas melakukan penanganan di dalam gudang.

“Kita pakai dua tadi, ada dua unit yang kita lengkapi dengan oksigen karena di dalam sudah asap,” terangnya.

Kebakaran berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke bangunan mess pekerja yang berada di bagian belakang gudang. Penanganan dari sisi belakang juga dibantu tim pemadam Pertamina yang lokasinya berbatasan langsung dengan area Toko STB.

Baca Juga :  Pansus Dibentuk, DPRD Tarakan Kaji Regulasi LGBT

“Alhamdulillah kita berhasil melokalisir. Teman-teman Pertamina melakukan penanganan dari belakang tembok,” imbuhnya.

Dalam penanganan kebakaran, PMK mendapat dukungan dari Pertamina dan PDAM. PMK mengerahkan satu unit fire dari Mako, satu unit dari sektor barat, dua unit suplai dari Mako dan satu unit suplai dari sektor barat, sedangkan Pertamina menurunkan satu unit fire.

“Dari Mako ada satu unit fire, dari barat satu fire, dari Pertamina satu fire. Untuk suplai ada dua dari Mako dan satu dari barat,” paparnya.

Suplai air juga terbantu dengan keberadaan tandon di area Toko STB yang memiliki kapasitas hampir 50 ton. Meski saat kejadian air di dalam tandon tidak sampai setengah kapasitas, keberadaannya tetap membantu proses pemadaman.

Baca Juga :  Gudang Toko STB di Kusuma Bangsa Terbakar, Penyebabnya Belum Diketahui

“Kapasitasnya hampir 50 ton, namun isinya tidak sampai separuh tadi. Itu sangat membantu,” tambahnya.

Eko menyebut hampir seluruh bagian dalam gudang dan barang yang tersimpan di dalamnya telah terbakar. Kondisi bangunan juga mengalami kerusakan berat dan dinilai sudah rapuh sehingga kemungkinan membutuhkan pembongkaran.

“Kalau boleh dibilang habis. Bangunannya harus dibongkar ulang karena sudah rapuh,” ujarnya.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sekitar 60 personel PMK dikerahkan, termasuk seluruh regu cadangan karena skala kebakaran cukup besar.

“Ya, 60. Regu cadangan kita turun semua karena besar,” lanjutnya.

Hingga saat ini, proses pendinginan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Saat ini kita masih proses pendinginan. Untuk penyebabnya kita belum tahu, nanti teman-teman kepolisian yang lebih tahu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *