Diduga Sakit, Pria 53 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Pondok Kampung Enam Tarakan

Hukrim, Tarakan18 views

benuanta.co.id, TARAKAN — Seorang pria berinisial BA (53) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah pondok di Jalan Gunung Santape, RT 01, Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur, Selasa (29/9/2026) pagi.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga sekitar pukul 09.00 WITA. Penemuan tersebut berawal dari kecurigaan keluarga lantaran korban tidak terlihat melakukan aktivitas sejak Sabtu (26/9/2026) malam.

Saat menyambangi lokasi tempat tinggal korban, keluarga mendapati pintu pondok dalam keadaan terkunci dari dalam. Selain itu, terdapat kerumunan lalat di sekitar bangunan tersebut. Keluarga yang curiga lantas mengecek bagian dalam dan segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Baca Juga :  Selain Terjerat Peredaran Etomidate di Tarakan, LSH Turut Terseret Dugaan Penipuan dan Penggelapan Rp5 Miliar

Kapolsek Tarakan Timur, AKP Muhdar, S.E., membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Personel Polsek Tarakan Timur bersama Tim Inafis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Awalnya keluarga mencari korban karena sudah dua hari tidak terlihat. Setelah dicek, pondok dalam keadaan terkunci dan di sekitar lokasi sudah banyak lalat. Keluarga kemudian menghubungi pihak kepolisian,” kata Muhdar, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga :  Pedagang di Tanjung Selor Kena Tipu Bukti Transaksi QRIS Editan, Pelaku Belanja Rokok Berulang-ulang

Di dalam bangunan yang berdiri di atas lahan milik rekannya itu, korban ditemukan membujur kaku dalam posisi terlentang. Kondisi fisik korban dilaporkan sudah mulai menghitam. Usai olah TKP, jasad BA langsung dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk menjalani proses visum et repertum.

Dalam pemeriksaan awal di TKP, polisi menemukan sejumlah obat-obatan di sekitar jasad korban. Keterangan dari pihak keluarga menyebutkan bahwa BA tinggal seorang diri dan memiliki riwayat penyakit komplikasi.

Baca Juga :  Polda Kaltara Siap Hadapi Praperadilan LSH, Turut Dalami Laporan Dugaan Tunggakan Alat Berat Rp1,5 Miliar

Meski demikian, kepolisian belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kematian korban dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi. Petugas juga telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi kejadian untuk mengamankan area TKP.

“Sejauh pemeriksaan sementara, kami belum menemukan adanya unsur pidana. Namun proses pemeriksaan tetap berjalan dan kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” pungkas Muhdar. (*)

Reporter/Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *