Buka Rakor Bunda PAUD, Bupati Nunukan Tekankan Pendidikan Anak Dimulai Sejak Dini

Nunukan6 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menekankan pentingnya memperkuat pendidikan anak sejak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter dan kualitas generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD se-Kabupaten Nunukan Tahun 2026 di Ruang Serbaguna Lantai V Kantor Bupati Nunukan, pada Senin (31/8/2026).

Irwan mengatakan, pendidikan anak usia dini tidak boleh hanya dipandang sebagai tahap sebelum masuk sekolah dasar. Pada fase tersebut, karakter, kemandirian, kepercayaan diri hingga kemampuan bersosialisasi anak mulai terbentuk.

“Pendidikan prasekolah bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung. Yang paling penting adalah membentuk anak agar tumbuh sehat, mandiri, percaya diri, punya karakter baik, dan mampu bersosialisasi,” kata Irwan.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Pengedar di Nunukan Timur, Sabu Dalam Bungkus Rokok Turut Disita

Menurutnya, tantangan pendidikan PAUD di Nunukan juga berkaitan dengan pemerataan akses. Pemerintah harus memastikan anak-anak yang berada di wilayah perkotaan maupun kawasan perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil tetap memperoleh kesempatan pendidikan yang layak.

Sehingga, peran Bunda PAUD dinilai tidak cukup sebatas menghadiri kegiatan atau menjalankan agenda kelembagaan. Mereka didorong untuk turun melihat langsung kondisi satuan PAUD, mendengar persoalan guru dan orang tua, serta mengetahui kebutuhan anak di masing-masing wilayah.

“Membangun PAUD tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kerja sama pemerintah, Bunda PAUD, guru, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya.

Irwan juga menyoroti peran guru PAUD yang menjadi salah satu unsur penting dalam membentuk karakter anak. Ia mengapresiasi ketulusan dan kesabaran para guru dalam mendampingi anak-anak pada masa awal pertumbuhan mereka.

Baca Juga :  Wilayah Perkotaan hingga Pedalaman Nunukan Berpotensi Diguyur Hujan

“Tugas Bapak dan Ibu sangat mulia karena dari tangan dan kasih sayang Bapak-Ibu, karakter anak-anak kita mulai dibentuk,” tuturnya.

Ia menegaskan, pembangunan pendidikan usia dini harus diarahkan pada terbentuknya generasi Nunukan yang sehat, cerdas, mandiri dan berkarakter, tanpa kehilangan kecintaan terhadap daerah dan bangsa.

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan turut menyoroti upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas tenaga pendidik PAUD.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Bupati Nunukan yang menaikkan insentif guru PAUD secara signifikan. Selain itu, Pemkab Nunukan juga menyiapkan beasiswa pendidikan bagi 200 guru PAUD.

Menurut Annisa, dukungan tersebut penting karena peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini tidak terlepas dari kapasitas dan kompetensi tenaga pendidiknya.

Baca Juga :  Serapan Pupuk Bersubsidi Nunukan Tembus 93 Persen, DKPP Minta Tambahan Alokasi Tahun 2027

“Beasiswa pendidikan bagi guru PAUD dengan kuota sebanyak 200 orang merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas mengajar mereka,” katanya.

Ia juga memperkenalkan dua program inovasi, yakni SIBUNDA (Sistem Informasi Bunda PAUD untuk Pendataan Anak) dan GESIT (Gerakan Satu Anak Satu Identitas). SIBUNDA dirancang untuk membantu pendataan anak usia dini agar lebih terintegrasi, akurat dan mudah diperbarui.

“Sementara GESIT merupakan program kolaborasi Bunda PAUD dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nunukan untuk mendorong setiap anak memiliki identitas kependudukan yang lengkap,” jelasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *