Kabut Asap Selimuti Nunukan, Dinkes: Waspada Gangguan Kesehatan

Nunukan4 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Nunukan mulai berdampak pada kualitas udara.

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan kesehatan.

Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Miskiah mengatakan, paparan asap dapat menyerang siapa saja. Gangguan paling umum yang dapat muncul yakni iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan hingga batuk, pilek dan sesak napas.

“Jangan dianggap sepele. Kabut asap bisa mengganggu kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan,” kata Miskiah.

Baca Juga :  Tak Mau Pulang ke Rumah, Anak 11 Tahun di Nunukan Mengaku Telah Disetubuhi Ayah Tirinya

Menurutnya, warga dengan riwayat asma, bronkitis maupun penyakit paru lainnya perlu lebih membatasi paparan asap. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk penyakit yang sudah dimiliki.

Risiko juga lebih besar terhadap kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia. Selain gangguan pernapasan, paparan asap dalam kondisi tertentu juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung.

Miskiah meminta masyarakat tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah ketika kabut asap semakin tebal. Jika aktivitas di luar tidak mendesak, warga disarankan untuk menundanya.

Baca Juga :  Terungkap! Pembuang Jasad Bayi di Sebatik Adalah Ibu Kandungnya Sendiri

“Kalau harus keluar rumah, gunakan masker. Kurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih terjadi,” ujarnya.

Upaya perlindungan juga perlu dilakukan dari dalam rumah. Warga diminta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan. Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga waktu istirahat.

Dinkes juga meminta warga segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.

“Kalau sudah mengalami gangguan pernapasan, jangan menunggu kondisi semakin parah. Segera periksa ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasokan BBM Subsidi di Sebatik Dikeluhkan, DPRD Nunukan Dorong Tim Pengawasan Terpadu

Di tengah kondisi kabut asap ini, Dinkes Nunukan juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Sebab, perlindungan kesehatan tidak akan cukup jika sumber asap terus muncul.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas dan memperburuk kualitas udara.

“Cegah kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *