Mobilitas Ojol Didorong Jadi Sumber Informasi Kamtibmas

Tarakan3 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Mobilitas pengemudi ojek online (ojol) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dinilai dapat menjadi sumber informasi bagi kepolisian terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal itu mengemuka dalam pertemuan Kapolres Tarakan dengan Komunitas Ojek Online SePOI Kota Tarakan di ruang kerja Kapolres, Kamis (27/8/2026) lalu.

Kapolres Tarakan, AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., mengungkapkan, keberadaan pengemudi di berbagai wilayah membuat mereka memiliki pengalaman langsung terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.

“Kami siap menerima masukan dari rekan-rekan di lapangan,” ungkapnya, Sabtu (29/8/2026).

Ia mengatakan komunikasi dengan pengemudi ojol dibutuhkan karena kepolisian tidak mungkin mengetahui seluruh kondisi masyarakat hanya dari pengamatan aparat. Informasi dari masyarakat yang berada langsung di lapangan dapat menjadi masukan untuk melihat persoalan maupun potensi gangguan kamtibmas.

Baca Juga :  Biosolar Dikeluhkan Langka, DPRD Tarakan Lakukan Evaluasi dan Monitoring Sasaran

“Kita bisa saling mempererat silaturahmi karena kita sama-sama keluarga besar Polres Tarakan,” katanya.

Bonifasius menilai masukan tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan koreksi terhadap kondisi yang ditemukan di lapangan. Karena itu, ia membuka ruang komunikasi agar persoalan yang ditemui para pengemudi selama menjalankan aktivitasnya dapat disampaikan kepada kepolisian.

“Kami siap menerima masukan dari rekan-rekan di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, posisi ojol sebagai mitra bukan berarti menempatkan pengemudi sebagai bagian dari aparat keamanan. Peran mereka lebih pada menyampaikan informasi mengenai kondisi yang ditemukan, sedangkan langkah penanganan tetap menjadi kewenangan kepolisian.

“Kami sama-sama keluarga besar Polres Tarakan,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi terus digunakan ketika pengemudi menemukan persoalan di lapangan. Dengan mobilitas yang tinggi, pengemudi dapat menjadi salah satu jalur informasi dari masyarakat kepada kepolisian.

Baca Juga :  Ruas Jalan Pantai Amal Berpotensi Ambruk Imbas Terbakarnya Batu Bara, BPBD Desak Penanganan Segera

“Kami siap menerima masukan dari rekan-rekan di lapangan,” katanya.

Bonifasius juga menekankan, menjaga kamtibmas tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Keterlibatan masyarakat tetap dibutuhkan, termasuk kelompok yang sehari-hari memiliki aktivitas dan interaksi langsung dengan masyarakat seperti pengemudi ojol.

“Kami sadar bahwa kami tidak bisa jalan sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPD SePOI Kaltara, Misyadi, mengatakan komunitas ojol melihat kerja sama dengan kepolisian sebagai bagian dari upaya mendukung pelayanan kepada masyarakat. Aktivitas pengemudi yang berlangsung di berbagai wilayah membuat mereka bersentuhan langsung dengan kondisi masyarakat selama bekerja.

“Kami berterima kasih kepada Kapolres Tarakan yang telah menerima kunjungan kami,” jelasnya.

Baca Juga :  Empat Perumda di Tarakan Terancam Bangkrut

Misyadi mengatakan berbagai program yang dilakukan bersama Polres Tarakan juga diarahkan untuk membantu mencegah dan menjaga masyarakat dari potensi gangguan kamtibmas. Menurutnya, komunitas dapat mengambil bagian sesuai dengan kapasitas mereka sebagai pengemudi yang beraktivitas di tengah masyarakat.

“Kami siap mendukung pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan di Kota Tarakan,” ujarnya.

Ia menilai komunikasi dengan kepolisian penting untuk memastikan persoalan yang ditemukan pengemudi tidak hanya menjadi informasi di antara sesama anggota komunitas. Dengan adanya jalur komunikasi kepada kepolisian, informasi mengenai kondisi yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan dapat disampaikan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menanganinya.

“Kami siap mendukung pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Reporter: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *