Ruas Jalan Pantai Amal Berpotensi Ambruk Imbas Terbakarnya Batu Bara, BPBD Desak Penanganan Segera

Tarakan42 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran batu bara di kawasan Jalan Amal Lama mulai mengancam keselamatan pengguna jalan. Rongga akibat material batu bara yang terbakar telah terbentuk hingga ke bawah permukaan tanah dan dinilai berpotensi membuat badan jalan ambruk jika tidak segera ditangani.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep, mengatakan lokasi tersebut memiliki potensi material batu bara di bawah permukaan tanah. Kebakaran yang terjadi saat ini disebut menjadi yang terbesar dibandingkan kejadian sebelumnya di kawasan tersebut.

“Kalau tidak segera diambil keputusan, itu bisa membentuk rongga dan jalan bisa jatuh. Itu bisa mengakibatkan ada yang jatuh di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  Kebutuhan Biosolar di Tarakan Tembus 29,4 Ribu KL, Kuota Baru 13,1 Ribu KL

Berdasarkan pemantauan BPBD, bagian permukaan yang terbuka akibat kebakaran mencapai sekitar 6 meter. Rongga material yang terbakar juga telah memanjang sekitar 3 meter secara horizontal dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Posisi rongga tersebut juga mulai mendekati badan jalan. Dari titik terbuka menuju badan jalan diperkirakan berjarak sekitar 4 meter. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kota Tarakan untuk segera menutup akses jalan di lokasi tersebut.

Selain membahayakan pengguna jalan, kebakaran batu bara juga memiliki potensi meluas karena material di bawah tanah masih aktif terbakar.

Baca Juga :  Akses Masuk Mahasiswa UBT Terdampak Titik Panas Batu Bara, Kampus Siapkan Kuliah Daring Jika Kondisi Memburuk

Yonsep menjelaskan, kebakaran di lokasi tersebut bukan pertama kali terjadi. Pada 2019, kawasan tersebut juga pernah mengalami kebakaran. Sementara sepanjang tahun ini, kebakaran di titik yang sama tercatat terjadi dua kali, yakni pada Juli dan Agustus.

“Kalau yang tempat tadi baru dua kali, di bulan Juli sama Agustus,” jelasnya.

Berbeda dengan kejadian Juli yang lebih banyak membakar lahan, kebakaran pada Agustus telah mencapai material batu bara di bawah permukaan. Kondisi kekeringan yang berlangsung cukup panjang disebut menjadi salah satu faktor yang memicu material tersebut terbakar.

Penanganan kebakaran batu bara juga tidak dapat dilakukan hanya dengan penyiraman air seperti kebakaran lahan biasa. Material yang terbakar berada di dalam rongga dan membutuhkan penanganan khusus.

Baca Juga :  PELNI Tarakan Belum Terima Bantuan untuk Bantuan Gempa NTT, Akui Sosialisasi Terbatas

Untuk penanganan selanjutnya, BPBD Tarakan akan mendampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tarakan yang ditugaskan menangani kondisi di lokasi. BPBD akan tetap berada di lapangan untuk mengantisipasi apabila terjadi perkembangan kebakaran.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga berencana membangun kolam penampungan air di sekitar lokasi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air untuk membantu proses penanganan apabila kebakaran kembali meluas. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *