benuanta.co.id, NUNUKAN – Polisi belum menemukan titik terang dalam penyelidikan kasus pembuangan jasad bayi perempuan di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan.
Penelusuran rekaman CCTV hingga pemeriksaan sejumlah klinik dan bidan persalinan di wilayah Sebatik sejauh ini belum mengarah kepada identitas orang tua maupun pihak yang diduga membuang bayi tersebut.
Kapolsek Sebatik Timur, IPTU Didik mengatakan, penyelidikan masih terus dilakukan dengan menelusuri sejumlah kemungkinan yang dapat mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang membawa bayi tersebut ke lokasi.
Pihaknya juga sudah mendatangi sejumlah klinik dan bidan persalinan yang berada di wilayah Sebatik. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya persalinan yang berkaitan dengan bayi perempuan tersebut.
“Untuk sementara ini belum ada titik terang. Kita masih melakukan penyelidikan, termasuk mengecek klinik-klinik dan bidan persalinan yang ada di Sebatik serta CCTV di sekitar lokasi,” kata Didik.
Namun, penelusuran lewat CCTV menjadi salah satu kendala karena lokasi penemuan jasad bayi berada cukup jauh dari permukiman warga. Selain itu, kondisi jalan di sekitar lokasi juga relatif sepi sehingga aktivitas masyarakat yang dapat terekam kamera pengawas cukup terbatas.
“Lokasinya cukup jauh dari permukiman dan kondisi jalan juga sepi. Jadi kita masih berupaya mencari rekaman atau informasi yang bisa mengarah kepada pelaku,” ujarnya.
Selain menelusuri CCTV dan fasilitas kesehatan, polisi masih memeriksa saksi yang pertama kali menemukan jasad bayi tersebut. Keterangan saksi diharapkan dapat membantu polisi mengetahui kondisi di sekitar lokasi sebelum jasad bayi ditemukan.
BACA JUGA:
Pelaku Pembuang Jasad Bayi di Sebatik Dilidik Polisi, Telusuri lewat CCTV hingga Klinik Bersalin
Warga Sebatik Timur Digegerkan dengan Penemuan Jasad Bayi Perempuan di Semak-semak
Sebelumnya, jasad bayi perempuan ditemukan warga bernama Millang pada Ahad (23/8/2026) sore. Saat itu, Millang yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman menghentikan kendaraannya di pinggir jalan untuk buang air kecil.
Ia kemudian mencium bau busuk yang cukup menyengat. Setelah mencari sumber bau, Millang menemukan sebuah tas hitam yang dipenuhi lalat. Saat diperiksa, ternyata di dalam tas tersebut terdapat jasad bayi perempuan.
Jasad bayi kemudian dievakuasi ke RSU Sebatik untuk menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan sementara, bayi diperkirakan telah berusia sekitar dua hari saat ditemukan. Ari-ari dan tali pusarnya juga masih dalam kondisi utuh dan menempel.
Polisi menyebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad bayi tersebut kemudian dimakamkan di pemakaman Desa Padaidi. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








