Tantangan Baru Peredaran Narkoba di Perbatasan, Jaringan Pengedar Dinilai Semakin Adaptif

Hukrim, Nunukan35 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pengungkapan kasus narkotika di Kabupaten Nunukan masih tergolong tinggi. Namun, jumlah barang bukti narkotika yang berhasil diamankan jajaran Polres Nunukan melalui Satuan Reserse Narkoba mengalami penurunan cukup signifikan dari sisi berat barang bukti.

Kapolres Nunukan, AKBP Ruslaeni mengatakan, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya penurunan aktivitas peredaran narkotika. Sebaliknya, para bandar dan jaringan pengedar dinilai semakin adaptif dengan mempelajari pola pengungkapan yang dilakukan aparat kepolisian.

Menurutnya, para pelaku mulai mengubah pola komunikasi, jalur distribusi hingga metode penyelundupan untuk menghindari deteksi petugas.

“Para bandar ini sudah pintar. Mereka mempelajari bagaimana kerja kita, makanya mereka mengubah polanya. Ini yang menjadi tantangan kita di lapangan,” ujar Ruslaeni.

Ia menjelaskan, salah satu pola yang kini ditemukan adalah penggunaan nomor telepon luar negeri dalam komunikasi jaringan narkotika. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian karena keterbatasan alat yang dimiliki untuk melakukan pelacakan terhadap nomor-nomor tersebut.

Baca Juga :  Hasil Produksi Pertanian Hortikultura Selisun Nunukan Diharapkan dapat Berkembang

“Sekarang mereka juga menggunakan nomor luar negeri. Ini menjadi salah satu kendala karena nomor tersebut tidak mudah kita lacak dengan perangkat yang kita miliki,” katanya.

Selain memanfaatkan teknologi komunikasi, jaringan narkotika juga dinilai semakin berhati-hati dalam menentukan jalur distribusi. Kondisi geografis Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia turut menjadi tantangan dalam upaya pemberantasan narkotika.

Wilayah perbatasan yang memiliki garis pantai cukup panjang serta keberadaan sejumlah jalur tidak resmi atau yang dikenal masyarakat sebagai jalur tikus membuat pengawasan terhadap seluruh pergerakan barang dan orang menjadi tidak mudah.

“Tidak bisa kita pungkiri, kondisi wilayah Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia menghadapi tantangan tersendiri. Banyak jalur tikus yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku,” jelasnya.

Ruslaeni menegaskan, Polres Nunukan tidak akan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengendurkan pemberantasan narkotika. Sebaliknya, jajaran kepolisian diminta terus meningkatkan kemampuan, memperkuat pemetaan jaringan dan mencari pola baru dalam mengungkap peredaran barang haram tersebut.

Baca Juga :  Terjerat Narkotika hingga Paspor Hilang, Ratusan PMI Kembali Dideportasi dari Malaysia

Ia meminta personel, khususnya yang berada di Satuan Reserse Narkoba, untuk tidak hanya mengandalkan pola penindakan yang selama ini dilakukan.

“Kita minta anggota terus aktif dan inovatif. Jangan sampai kita menggunakan pola yang sama, sementara pelaku sudah membaca pola kerja kita,” tegasnya.

Kapolres juga menyoroti keterlibatan mantan anggota Polri dalam jaringan peredaran narkotika di Indonesia. Menurutnya, keberadaan oknum yang memiliki pengetahuan mengenai pola kerja kepolisian menjadi salah satu faktor yang dapat dimanfaatkan jaringan narkotika untuk menghindari pengungkapan.

“Tidak bisa kita pungkiri, ada juga mantan anggota Polri yang terlibat dalam peredaran narkotika. Mereka tentu mengetahui bagaimana pola kerja kepolisian dan ini menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Ruslaeni memastikan Polres Nunukan tetap berkomitmen memutus mata rantai peredaran narkotika, mulai dari tingkat pengedar hingga jaringan yang lebih besar.

Ia menilai pengungkapan kasus tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku di lapangan. Penelusuran terhadap jaringan, sumber barang, jalur masuk serta pihak-pihak yang terlibat juga menjadi bagian penting dalam membongkar jaringan narkotika.

Baca Juga :  Ancaman El Nino, Wabup Nunukan Hermanus Minta Warga Waspada Karhutla

Karena itu, kepolisian juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Informasi dari warga selama ini disebut menjadi salah satu sumber penting dalam membantu petugas mengungkap kasus narkotika di wilayah Nunukan.

“Dukungan dari masyarakat sangat penting. Karena selama ini banyak kasus yang kita ungkap itu sebagian besar berawal dari informasi masyarakat,” tuturnya.

Ruslaeni mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada kepolisian. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat, tetapi membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat.

“Kalau ada informasi terkait peredaran narkotika, segera sampaikan kepada kami. Identitas pelapor tentu kita lindungi. Dengan kerja sama seperti ini, kita bisa mempersempit ruang gerak para pelaku,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *