benuanta.co.id, NUNUKAN – Kondisi jembatan kayu yang mulai lapuk mendorong warga Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, untuk turun tangan melakukan perbaikan secara swadaya.
Warga bergotong royong membongkar bagian jembatan yang rusak, mengangkat balok kayu hingga menyusun kembali konstruksi agar akses tersebut kembali bisa digunakan masyarakat.
Jembatan atau titian kayu itu menjadi salah satu akses penting bagi warga yang bermukim di seberang aliran sungai kecil. Selain digunakan untuk aktivitas sehari-hari, jalur tersebut juga menjadi akses anak-anak menuju sekolah serta menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua Persatuan Ojek Aji Kuning, Abdul Rasyid, mengatakan perbaikan dilakukan karena warga resah melihat kondisi jembatan yang semakin memprihatinkan.
“Ide ini muncul dari keresahan bersama warga Desa Aji Kuning. Jembatan ini merupakan salah satu akses penting masyarakat dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kalau kita hanya menunggu bantuan, tentu prosesnya bisa membutuhkan waktu. Karena itu, kami berinisiatif bersama-sama melakukan perbaikan melalui gotong royong dan dana swadaya,” ujar Rasyid.
Menurutnya, warga secara sukarela mengumpulkan dana maupun material untuk memperbaiki jembatan tersebut. Material kayu yang masih layak digunakan kembali, sementara kebutuhan lainnya dipenuhi melalui patungan dan sumbangan masyarakat.
“Alhamdulillah, respons warga sangat luar biasa. Mulai dari anak-anak muda hingga orang tua, semuanya ikut berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menyumbangkan tenaga, dana, bahan material, bahkan ada yang membantu menyiapkan makanan bagi warga yang bekerja,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 01 Desa Aji Kuning, Amran, mengapresiasi kekompakan warga yang memilih memperbaiki fasilitas tersebut secara bersama-sama. Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena setiap hari digunakan warga, termasuk anak-anak yang melintas menuju sekolah.
“Kegiatan seperti ini sangat perlu diapresiasi. Jembatan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Selain sebagai akses warga, juga digunakan anak-anak untuk menuju sekolah dan menunjang aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Amran menilai, gotong royong tersebut bukan hanya menyelesaikan persoalan akses warga, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.
“Gotong royong seperti inilah yang harus terus kita jaga. Ketika masyarakat bersatu dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya, pekerjaan yang terasa berat bisa diselesaikan bersama-sama,” katanya.
Salah seorang warga, Sabri, yang turut terlibat dalam perbaikan mengaku senang bisa ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Rasanya senang sekali bisa ikut berkontribusi untuk desa. Memang melelahkan, tetapi melihat warga bisa bekerja bersama dan jembatan ini kembali diperbaiki, tentu ada kepuasan tersendiri,” ujarnya.
Ia berharap jembatan yang diperbaiki secara swadaya tersebut dapat bertahan lama dan aman digunakan masyarakat.
“Harapannya, jembatan ini bisa awet dan aman digunakan seluruh masyarakat. Semoga semangat gotong royong seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus terjaga,” tambahnya.
Perbaikan jembatan secara swadaya ini menjadi gambaran kepedulian warga Desa Aji Kuning terhadap fasilitas yang menjadi kebutuhan bersama. Di tengah keterbatasan, masyarakat memilih mengambil langkah nyata agar akses vital tersebut tetap dapat digunakan.
Warga berharap kondisi jembatan yang telah diperbaiki dapat menjadi perhatian pemerintah, sehingga ke depan akses tersebut bisa mendapat penanganan yang lebih permanen dan aman bagi masyarakat. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








