Kualitas Udara Pantai Amal Menurun Akibat Karhutla, Dinkes Imbau Warga Gunakan Masker

Tarakan24 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Penurunan kualitas udara di Jalan Amal Lama, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat terbakarnya batu bara.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti mengatakan, hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan adanya perubahan kondisi udara di Pantai Amal Lama. Sebelumnya, kualitas udara di wilayah tersebut masih berada dalam kondisi baik. Namun, pemantauan terbaru menunjukkan kualitas udara mulai masuk kategori kurang sehat.

“Awalnya masih bagus, kemarin sudah kurang sehat. Jadi akhirnya instruksi Pak Wali disampaikan agar masyarakat Pantai Amal memakai masker,” ujar Devi saat meninjau karhutla di wilayah Pantai Amal Lama, Senin (25/8/2026).

Baca Juga :  Akses Masuk Mahasiswa UBT Terdampak Titik Panas Batu Bara, Kampus Siapkan Kuliah Daring Jika Kondisi Memburuk

Menurutnya, pemantauan kualitas udara tersebut dilakukan setelah adanya rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Tarakan terkait kondisi karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.

DLH kemudian berinisiatif memasang alat pemantau kualitas udara di Kelurahan Pantai Amal pada Jumat pekan lalu. Sementara alat pemantauan yang berada di kawasan pusat kota masih menunjukkan kualitas udara dalam kategori baik.

Baca Juga :  PELNI Tarakan Belum Terima Bantuan untuk Bantuan Gempa NTT, Akui Sosialisasi Terbatas

“Kalau di daerah kota, kualitas udaranya masih bagus. Yang dipasang di kantor DLH itu masih bagus. Tetapi teman-teman DLH berinisiatif memasang alat di Kelurahan Pantai Amal,” jelasnya.

Dinkes menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi karena paparan asap karhutla berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan. Selain menyebabkan batuk dan ISPA, paparan asap juga dapat menimbulkan iritasi pada mata, seperti rasa perih dan kemerahan.

Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Pantai Amal membagikan masker kepada masyarakat yang melintas maupun warga yang datang ke fasilitas kesehatan tersebut. Devi mengatakan, pembagian masker sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak asap karhutla.

Baca Juga :  Anak Berjualan di Ruang Publik, Dinsos Tarakan: Status Bansos Belum dapat Dipastikan

“Sosialisasi penggunaan masker akan kami sampaikan. Tadi teman-teman Puskesmas Pantai Amal membagikan kepada yang lewat, kemudian di Puskesmas juga dibagikan untuk warga Pantai Amal,” ungkapnya.

Dinkes juga akan melanjutkan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut, terutama karena mulai ditemukan peningkatan kasus ISPA pada berbagai kelompok umur. Pemantauan dilakukan setiap hari oleh petugas Puskesmas sebagai langkah deteksi dini terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan kondisi karhutla. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *