Karhutla di Tarakan Tembus 56 Hektare pada Periode Agustus

Tarakan21 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan sepanjang Agustus 2026 telah mencapai luasan sekitar 56 hektare. Luasan tersebut berasal dari 25 titik kebakaran yang telah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, mengatakan penanganan karhutla sepanjang Agustus menjadi pekerjaan berat bagi personel di lapangan. Pasalnya, kebakaran di sejumlah lokasi terjadi berulang setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.

“Kalau kita hitung sebenarnya penanganannya lebih, karena berulang. Begitu dipadamkan malam ini, besok siang nyala lagi, terpaksa turun lagi,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Dari total luasan tersebut, beberapa kawasan mengalami kebakaran cukup luas. Di Karungan misalnya, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 13 hektare. Sementara kawasan Bengawan, Juwata Permai, diperkirakan mencapai 16 hektare.

Baca Juga :  Anak Berjualan di Ruang Publik, Dinsos Tarakan: Status Bansos Belum dapat Dipastikan

Menurutnya, karakter kebakaran lahan yang luas membuat proses pemadaman tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu kali operasi. Api dapat kembali muncul ketika angin masuk ke celah-celah material yang masih menyimpan potensi terbakar.

Selain karhutla pada lahan, BPBD juga tengah menangani sejumlah titik kebakaran yang berkaitan dengan material batu bara. Saat ini terdapat tiga area yang menjadi perhatian, yakni kawasan Jalan Amal, Pasir Putih depan Rumpi, dan kawasan Kampung Enam.

Kebakaran batu bara memiliki karakter berbeda karena api berada di dalam rongga tanah. BPBD menyebut potensi material batu bara sebenarnya tersebar di sejumlah wilayah Tarakan, namun luas kandungan yang berada di bawah permukaan belum dapat dipastikan tanpa penelitian lebih lanjut.

Baca Juga :  Lokasi Ini Kerap Terjadi Karhutla karena Mengandung Batu Bara, Polisi Larang Masyarakat Mendekat

“Kalau kita melihat potensinya memang ada potensi material batu bara di bawah tempat itu. Tapi kita tidak tahu berapa jumlahnya, harus diteliti dulu,” jelasnya.

Di tengah meningkatnya kejadian karhutla, BPBD Tarakan juga menghadapi persoalan keterbatasan personel. Untuk empat kecamatan, BPBD menilai idealnya tersedia sekitar 10 personel di setiap kecamatan ketika terjadi kebakaran.

Saat ini, jumlah personel yang tersedia harus dibagi ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah.

“Kalau terjadi kebakaran, contoh saja 18 orang. Kebakaran di Juata Laut, Bunyu? di Karungan, kebakaran di Amal, kebakaran misalnya di Juata Permai. Kalau dibagikan 18 orang, itu tidak bisa maksimal,” sebutnya.

Baca Juga :  3 Rumah Ludes di Karang Balik Tarakan

Kondisi tersebut membuat personel BPBD harus bekerja dengan waktu dan tenaga yang terbatas. Bahkan, Yonsep menyebut sejumlah anggotanya harus beristirahat di lokasi setelah menjalankan tugas sejak pagi hingga pagi berikutnya.

Kendati demikian, BPBD menyatakan sarana dan prasarana yang tersedia masih cukup untuk menangani kondisi karhutla saat ini. BPBD juga melakukan modifikasi sejumlah peralatan agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pemadaman.

Yonsep memperkirakan kondisi karhutla masih berpotensi berlangsung hingga September, bahkan dapat lebih lama apabila kondisi kering terus terjadi. “Kalau melihat kondisi ini saya rasa lebih (lama cuaca panas),” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *