benuanta.co.id, TARAKAN – Keluhan terhadap kondisi fasilitas Stadion Datu Adil Tarakan beredar di media sosial. Seorang warga yang mengaku menyewa fasilitas stadion tersebut mempertanyakan kualitas perawatan lapangan, terutama setelah membayar biaya sewa yang disebut mencapai Rp1 juta untuk sekali penggunaan.
Dalam video yang beredar, warga dengan nama punggung “Herman” menunjukkan sejumlah bagian lapangan yang dinilainya tidak terawat. Ia menyoroti kondisi rumput yang tampak tidak merata serta bagian lapangan yang terlihat belang-belang.
“Bayar satu juta, coba lihat itu lapangan. Panjang rumput,” ujarnya dalam video tersebut.
Selain kondisi rumput, Herman juga menyoroti saluran atau bagian got di sekitar lapangan yang menurutnya berpotensi membahayakan pengguna. Ia bahkan memperagakan bagian yang dinilainya cukup dalam dan dapat membuat kaki pengguna terperosok.
“Kalau masuk kaki orang ini, patah ini. Nah, masuk seluruh kakinya,” terangnya.
Keluhan tersebut tidak hanya menyasar kondisi fisik lapangan. Herman juga mempertanyakan tanggung jawab pengelola dalam menjaga kebersihan fasilitas yang disewakan kepada masyarakat. Ia mempertanyakan mengapa penyewa justru harus ikut membersihkan area stadion setelah membayar biaya penggunaan fasilitas.
“Masalahnya penyewa yang bersihkan ini? Masa penyewa yang bersihkan? Mana pengurusnya ini?” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah maupun pengelola fasilitas semestinya memastikan Stadion Datu Adil dalam kondisi layak digunakan, terlebih ketika masyarakat dikenakan tarif untuk menggunakan fasilitas tersebut. “Jangan cuma terima saja satu juta sekali main. Rawat-rawat itu,” tegasnya.
Keluhan yang beredar di media sosial ini menjadi sorotan karena menyangkut kualitas fasilitas olahraga yang digunakan masyarakat. Persoalan tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara tarif pemanfaatan fasilitas dengan kondisi serta pelayanan yang diterima penyewa.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan dari Pemerintah Kota Tarakan maupun pengelola Stadion Datu Adil terkait kondisi fasilitas yang dikeluhkan warga tersebut, termasuk besaran tarif sewa dan mekanisme pemeliharaan lapangan. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








