Kota Tarakan Catat Inflasi pada Agustus, Dipicu Harga Sayuran Naik

Ekonomi, Tarakan81 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran menjadi salah satu pemicu utama inflasi Kota Tarakan pada Agustus 2026. Setelah sempat mengalami deflasi pada Juli, Tarakan kembali mencatat inflasi bulanan sebesar 0,24 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan, Umar Riyadi, mengatakan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Agustus 2026.

“Pada bulan Agustus 2026, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi month to month sebesar 0,18 persen,” sebutnya.

Tekanan inflasi dari kelompok tersebut terlihat dari kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran. Sawi hijau menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar, yakni 0,0766 persen. Kenaikan juga tercatat pada kangkung dengan andil 0,0572 persen, cabai rawit 0,0379 persen, bayam 0,0312 persen, serta kacang panjang sebesar 0,0296 persen.

Baca Juga :  Kabut Asap Selimuti Tarakan, Aktivitas Laut dan Penerbangan Diminta Waspadai Jarak Pandang

Umar menyebut, selain kelompok makanan, sejumlah kelompok pengeluaran lainnya turut memberikan andil terhadap inflasi.

“Diikuti Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman atau Restoran dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya masing-masing sebesar 0,03 persen,” terangnya.

Sementara Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga turut memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Di sisi lain, tidak seluruh komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Tomat justru menjadi komoditas dengan sumbangan deflasi terbesar, yakni minus 0,0831 persen. Kemudian bawang merah memberikan andil deflasi minus 0,0653 persen.

Baca Juga :  Masih Terbakar, Sumber Bara di Jalan Pantai Amal Belum Terdeteksi

Untuk kelompok transportasi, penurunan harga juga memberikan tekanan deflasi. Umar menjelaskan hanya kelompok tersebut yang memberikan andil deflasi pada Agustus.

“Sementara itu, hanya Kelompok Transportasi yang memberikan andil atau sumbangan deflasi month to month, yakni sebesar 0,02 persen,” ungkapnya.

Kendati terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga, kenaikan beberapa sayuran membuat kelompok makanan tetap menjadi sumber tekanan terbesar terhadap inflasi bulanan Tarakan.

Baca Juga :  Ekspor Kaltara Tembus Rp2,2 Triliun, Kayu Olahan dan Udang Windu Jadi Andalan

Secara keseluruhan, inflasi month to month Tarakan pada Agustus 2026 mencapai 0,24 persen. Sementara inflasi kalender atau year to date tercatat 1,53 persen dan inflasi tahunan atau year on year mencapai 2,91 persen.

Angka inflasi tahunan Tarakan tersebut lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Utara yang berada di angka 2,17 persen, namun masih di bawah inflasi nasional sebesar 3,19 persen. Pergerakan harga komoditas sayuran menjadi salah satu catatan penting dalam inflasi Agustus, terutama karena sejumlah sayuran sekaligus masuk dalam daftar komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *