benuanta.co.id, PONTIANAK – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah kebutuhan perangkat komputasi untuk kalangan profesional. Laptop bisnis tidak lagi hanya dituntut memiliki performa tinggi, tetapi juga mampu menjalankan pemrosesan AI secara lokal, memiliki keamanan data yang kuat, serta tetap ringan untuk mendukung mobilitas kerja.
Tren tersebut turut terlihat pada perangkat terbaru ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA) yang menyasar pengguna profesional dan perusahaan. Laptop ini membawa pemrosesan AI melalui Neural Processing Unit (NPU), sekaligus menawarkan kemampuan menjalankan sejumlah model AI secara langsung di perangkat.
ASUS membekali perangkat tersebut dengan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 388H dan NPU yang diklaim mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengatakan kemampuan pemrosesan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan kerja yang semakin kompleks, khususnya ketika pengguna harus menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.
“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” ujar Eric.
Salah satu perkembangan yang menarik dari perangkat komputasi generasi baru adalah kemampuan menjalankan AI secara lokal.
Pada ExpertBook Ultra, ASUS menyediakan fitur AI ExpertMeet untuk kebutuhan seperti transkripsi dan penerjemahan. Pemrosesan sejumlah fungsi tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan NPU sehingga tidak seluruh beban kerja harus dikirim ke layanan cloud.
Perangkat ini juga dilengkapi tools Zenni Claw yang memungkinkan penggunaan agentic AI secara lokal maupun melalui layanan cloud dengan menghubungkan tools ke sejumlah platform AI.
Dengan kapasitas RAM hingga 64 GB LPDDR5x, ASUS menyebut perangkat tersebut juga dapat menjalankan beberapa large language model (LLM) secara lokal. Kemampuan ini menjadi bagian dari tren komputasi edge AI, di mana sebagian proses kecerdasan buatan dilakukan langsung di perangkat pengguna.
Pemrosesan lokal memiliki sejumlah keuntungan, terutama ketika pengguna bekerja dengan data yang tidak selalu ideal untuk dikirim ke layanan eksternal. Namun, kemampuan aktual tetap bergantung pada jenis model AI, konfigurasi perangkat, serta beban kerja yang dijalankan.
Selain AI, kebutuhan bekerja dari berbagai lokasi membuat bobot, layar, dan daya tahan baterai menjadi pertimbangan penting pada laptop profesional.
ExpertBook Ultra menggunakan layar 14 inci dengan resolusi 3K dan refresh rate hingga 120Hz. Varian Tandem OLED perangkat tersebut memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits HDR.
Commercial Technical PR ASUS Bisnis, Said Dahda, mengatakan tingkat kecerahan tersebut ditujukan untuk menjaga visibilitas layar ketika perangkat digunakan di lingkungan dengan pencahayaan tinggi.
“Teknologi ini dirancang untuk membantu pengguna tetap mendapatkan tampilan yang jelas ketika bekerja di luar ruangan, termasuk saat berada di kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari,” ujarnya.
Perangkat memiliki dimensi 31,09 x 21,28 x 1,09 sentimeter. Bobotnya berada di kisaran 0,99 kilogram untuk varian POLED dan 1,09 kilogram untuk varian Tandem OLED.
ASUS juga membenamkan baterai berkapasitas 70 Wh. Perusahaan mengklaim daya tahannya dapat mencapai hingga 26 jam, sedangkan pengisian cepat dapat membawa kapasitas baterai hingga 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Kebutuhan laptop bisnis juga tidak terlepas dari persoalan keamanan data. Perangkat kerja perusahaan dapat menyimpan berbagai informasi penting sehingga perlindungan pada tingkat perangkat keras dan firmware menjadi semakin relevan.
ExpertBook Ultra dilengkapi sejumlah fitur keamanan seperti ASUS Security Processor, Dual Self-healing BIOS ROM, Discrete TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, Windows Hello IR, pelindung fisik webcam, serta Chassis Intrusion Alert.
ASUS menyebut perangkat tersebut juga mendukung standar NIST SP 800-193 yang berkaitan dengan ketahanan dan perlindungan firmware.
Dari sisi grafis, laptop tersebut menggunakan GPU terintegrasi hingga Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores. ASUS mengklaim performanya dapat melampaui GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W dalam pengujian 3DMark Time Spy.
Klaim tersebut merupakan hasil pengujian yang disampaikan ASUS dan tidak serta-merta menggambarkan seluruh skenario penggunaan. Performa aktual dapat berbeda bergantung pada konfigurasi perangkat, sistem, aplikasi, serta metode pengujian.
Di tengah meningkatnya penggunaan AI dalam pekerjaan sehari-hari, perkembangan laptop bisnis menunjukkan bahwa persaingan perangkat premium mulai bergeser. Performa pemrosesan tetap penting, tetapi kemampuan AI lokal, efisiensi energi, mobilitas, dan keamanan data menjadi faktor yang semakin diperhitungkan pengguna profesional. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







