benuanta.co.id, BULUNGAN – Keikutsertaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kalimantan Utara (Kaltara) dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Nasional 2026 dinilai bukan hanya untuk mengejar prestasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu ruang bagi ASN untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. Hal ini terlihat dari capaian kafilah Kaltara yang berhasil membawa pulang empat penghargaan dalam ajang tingkat nasional.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Dr. Andi Amriampa, S.Sos., M.Si., mengatakan prestasi yang diraih para kafilah diharapkan bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kembali meraih prestasi pada kesempatan berikutnya,” kata Andi Amriampa.
Menurutnya, perjalanan para peserta dalam mengikuti MTQ KORPRI juga memberikan pengalaman baru bagi ASN. Tidak hanya dalam hal perlombaan, tetapi juga dalam membangun rasa percaya diri dan membawa nama daerah di tingkat nasional.
Andi memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, official dan pendamping yang telah mengikuti rangkaian kegiatan MTQ KORPRI Nasional 2026.
“Terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, official, dan pendamping yang telah memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ia menilai capaian empat penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kaltara. Para kafilah dianggap telah menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Kaltara. Para kafilah telah memberikan kemampuan terbaik dan membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” katanya.
Selain pengembangan kemampuan, Andi juga menilai MTQ KORPRI memiliki nilai lain bagi ASN. Kegiatan itu dapat menjadi momentum untuk meningkatkan syiar Al-Qur’an sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antaranggota KORPRI.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang didapat dari kegiatan MTQ diharapkan tidak hanya berhenti pada perlombaan. Nilai tersebut juga dapat diterapkan dalam menjalankan tugas sebagai ASN, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Nilai-nilai Al-Qur’an hendaknya tidak berhenti pada perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina







