benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat koordinasi dengan operator kepegawaian di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjaga kualitas data Aparatur Sipil Negara (ASN).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi disparitas data yang menjadi salah satu kendala dalam mewujudkan data kepegawaian yang terintegrasi.
Kepala Bidang Pembinaan dan Informasi Pegawai BKD Kaltara, Indrayadi Purnama Saputra, mengatakan koordinasi dilakukan secara rutin, termasuk melalui grup komunikasi yang melibatkan pihak-pihak yang menangani urusan kepegawaian.
“Pokoknya dari semua instansi yang membidangi kepegawaian, kita sudah ada linknya dan itu bisa berkoordinasi langsung ke BKD,” ujar Indrayadi Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, keberadaan jaringan komunikasi tersebut memudahkan BKD ketika menemukan data ASN yang belum lengkap atau belum masuk dalam sistem.
BKD dapat langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengetahui penyebab permasalahan dan meminta dilakukan perbaikan.
“Hal-hal seperti itu yang selalu kita koordinasi dengan masing-masing di kepegawaiannya di masing-masing instansi,” katanya.
Indrayadi mengatakan, sistem koordinasi tersebut tidak dibangun secara tiba-tiba. Pembenahan data telah dilakukan secara terus-menerus dan menjadi bagian dari pekerjaan rutin BKD.
“Ini tidak dibangun secara instan. Maksudnya langsung tiba-tiba jadi peringkat satu. Kita kan selalu data-data itu kita cek terus,” jelasnya.
Upaya itu ikut mendukung pencapaian Kaltara yang berhasil meraih nilai 99,53 persen dan menempati peringkat pertama dalam penilaian indeks kualitas data kepegawaian pada semester I 2026.
Meski demikian, BKD Kaltara masih memiliki pekerjaan untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus mengejar data yang lebih lengkap. “Data kalau bisa 100 persen,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







