benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil meraih nilai 99,53 persen dan menempati peringkat pertama dalam penilaian indeks kualitas data kepegawaian pada semester I 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi Kaltara dalam pengelolaan dan integrasi data Aparatur Sipil Negara (ASN). Nilai tersebut diperoleh setelah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara terus melakukan pembenahan terhadap data kepegawaian yang sebelumnya masih ditemukan adanya perbedaan atau disparitas data.
Kepala Bidang Pembinaan dan Informasi Pegawai BKD Kaltara, Indrayadi Purnama Saputra, mengatakan capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, pembenahan data dilakukan secara rutin melalui koordinasi dengan masing-masing perangkat daerah.
“Prestasi itu sebetulnya tidak dibangun instan. Setiap tahun kita ada koordinasi dan konsultasi yang sifatnya rutin. Dari berbagai proses itu selalu dievaluasi,” ujar Indrayadi Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian BKD adalah disparitas data antara data kepegawaian di masing-masing instansi dengan data yang telah terintegrasi.
Disparitas, dapat terjadi karena adanya data pegawai yang belum masuk, belum diperbarui, maupun data pegawai yang seharusnya sudah tidak aktif tetapi masih tercatat.
“Yang menjadi pokok bahasan kami di bidang pembinaan dan informasi adalah selalu melihat dari mana sisi kekurangan data itu. Bagaimana ada disparitas data sekian persen,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan, BKD Kaltara terus melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan operator kepegawaian di masing-masing instansi.
Menurut Indrayadi, upaya tersebut akhirnya mampu meningkatkan kualitas data hingga mencapai 99,53 persen dan membawa Kaltara berada di posisi pertama.
“Alhamdulillah, karena kita genjot terus, kita kejar ke masing-masing OPD atau instansi yang memiliki data disparitas itu untuk diperbaiki. Alhamdulillah di tahun ini sudah di level 99 persen sekian dan kita dapat penghargaan dari BKN,” katanya.
Ia menyebut, Kaltara sebelumnya belum berada di peringkat pertama dalam penilaian tersebut. Karena itu, capaian semester I 2026 menjadi hasil dari proses pembenahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau peringkat satu, iya. Kemarin kita belum masuk di peringkat satu. Alhamdulillah di tahun ini kita masuk ke peringkat satu,” ungkapnya.
Meski telah berada di posisi pertama, BKD Kaltara tidak ingin berhenti melakukan pembenahan. Sebab, data ASN bersifat dinamis dan harus terus diperbarui mengikuti perubahan kondisi pegawai.
“Jangan terlena kita sudah masuk peringkat satu, terus kita biarkan. Tidak. Itu selalu dan sifatnya kontinu,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







