benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menyiapkan calon penerus untuk mengisi kebutuhan jabatan strategis melalui penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Andi Amrimpa, mengatakan sebanyak 23 kandidat suksesor telah disiapkan berdasarkan hasil pemetaan talenta ASN. Kandidat tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan jabatan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan jabatan Administrator di lingkungan Pemprov Kaltara.
“Pemetaan ini menjadi dasar untuk melihat siapa yang memiliki potensi dan kesiapan untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan organisasi,” kata Andi, Rabu (3/8/2026).
Ia menjelaskan, penentuan kandidat suksesor dilakukan melalui sejumlah tahapan dan mempertimbangkan berbagai aspek. Di antaranya hasil wawancara, presentasi, rekam jejak, serta kompetensi yang dimiliki masing-masing ASN. Proses tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 100.3.3.1/326/2026.
Andi mengatakan, pendekatan berbasis manajemen talenta membuat proses pengembangan karier dan pengisian jabatan dapat dilakukan secara lebih objektif. ASN yang memiliki kompetensi dan potensi sesuai kebutuhan organisasi dapat dipersiapkan sejak awal.
“Tujuannya bukan hanya menempatkan seseorang pada jabatan, tetapi memastikan orang yang dipilih memiliki kompetensi dan potensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Menurut Andi, penerapan manajemen talenta juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan kader pemimpin birokrasi di lingkungan Pemprov Kaltara.
Sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat perencanaan suksesi jabatan sehingga ketika terjadi kebutuhan pengisian jabatan, pemerintah telah memiliki kandidat yang telah dipetakan dan dipersiapkan.
Tak hanya itu kata Andi Amrimpa. Langkah Pemprov Kaltara tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. Ia menilai manajemen talenta penting untuk membangun birokrasi yang profesional karena pengembangan karier ASN harus didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.
Andi menegaskan, BKD Kaltara akan terus mengembangkan sistem manajemen talenta agar pengelolaan ASN semakin transparan, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi.
Dengan sistem tersebut, Pemprov Kaltara tidak hanya berupaya mengisi jabatan yang kosong, tetapi juga membangun kesinambungan kepemimpinan birokrasi melalui kaderisasi ASN. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







