benuanta.co.id, BULUNGAN – Pembenahan data Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya berkaitan dengan administrasi kepegawaian. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara) menilai data yang terintegrasi juga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Informasi Pegawai BKD Kaltara, Indrayadi Purnama Saputra, setelah Kaltara berhasil meraih nilai 99,53 persen dan berada di peringkat pertama dalam penilaian indeks kualitas data kepegawaian semester I 2026.
Menurut Indrayadi, semakin baik pengelolaan data ASN, maka proses pelayanan pemerintahan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
“Kalau sudah data itu berjalan dengan baik, otomatis seharusnya pelayanan itu sudah baik, lebih baik. Karena semua tidak lagi berbasis manual,” ujar Indrayadi Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan, selama ini salah satu kendala dalam pengelolaan data ASN adalah masih adanya data yang belum lengkap atau belum terintegrasi.
Karena itu, BKD terus melakukan pemeriksaan terhadap data dari masing-masing instansi untuk memastikan seluruh informasi pegawai masuk dan sesuai.
“Yang menjadi pokok penilaian itu data. Kalau bisa 100 persen terintegrasi semua masuk,” jelasnya.
Indrayadi mengatakan, pembenahan data juga harus dilakukan secara berkelanjutan karena data ASN terus mengalami perubahan.
“Data itu sebetulnya targetnya harus 100 persen. Dinamika pegawai ini kan harusnya selalu menjaga data,” katanya.
Menurutnya, ketika data kepegawaian semakin akurat dan terintegrasi, pemerintah akan lebih mudah dalam mengelola kebutuhan kepegawaian serta mendukung pelayanan pemerintahan.
“Dari hal itu kita lihat nanti kalau sudah data itu berjalan dengan baik, otomatis kan seharusnya pelayanan itu sudah baik lebih baik,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







