benuanta.co.id, TARAKAN – Kota Tarakan masih berpotensi mengalami hujan dalam sepekan ke depan. Hujan diprakirakan terjadi dengan intensitas ringan, bersifat lokal atau tidak merata, serta berlangsung dalam waktu singkat pada rentang waktu dini hari hingga pagi.
Meski demikian, kondisi cuaca secara umum di Tarakan diperkirakan masih didominasi udara kabur akibat asap dan cerah berawan, sehingga masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan serta memperhatikan kondisi jarak pandang saat beraktivitas.
Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengungkapkan potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Kota Tarakan dalam beberapa hari ke depan. Namun, hujan tersebut tidak diperkirakan terjadi secara merata di seluruh wilayah dan cenderung berlangsung singkat.
“Sepekan ke depan Kota Tarakan masih ada potensi hujan dengan intensitas ringan yang terjadi secara lokal atau tidak merata dan cenderung dalam waktu singkat yang bisa terjadi dalam rentang dini hari hingga pagi,” ungkapnya, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, meskipun masih terdapat potensi hujan, kondisi cuaca Tarakan secara umum tetap didominasi oleh udara kabur akibat kabut asap serta kondisi cerah berawan. Masyarakat pun diharapkan tidak hanya memperhatikan potensi hujan, tetapi juga dampak kabut asap yang masih menyelimuti wilayah kota.
“Namun umumnya cuaca di Tarakan didominasi udara kabur atau asap serta cerah berawan,” jelasnya.
Kabut asap masih terjadi secara umum di Kota Tarakan sejak pagi hingga dini hari. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian karena memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Secara umum kondisi Kota Tarakan masih berkabut karena asap, baik pagi sampai dini hari,” bebernya.
Kabut asap yang menyelimuti Kota Tarakan tersebut diketahui berasal dari dampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah sekitar. Asap dari kebakaran tersebut bersumber dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, serta Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
“Adapun kabut asap bersumber dari karhutla yang terjadi di Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan,” terangnya.
Untuk kondisi suhu udara, Kota Tarakan diprakirakan berada pada kisaran 25 hingga 32 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara berkisar antara 60 hingga 85 persen dengan kecepatan angin sekitar 3 hingga 8 knot.
“Kondisi suhu diprakirakan berkisar antara 25 sampai 32 derajat Celsius dengan kelembapan 60 sampai 85 persen dan kecepatan angin 3 sampai 8 knot,” paparnya.
Selain kondisi cuaca, kualitas udara di Kota Tarakan juga menjadi perhatian di tengah masih adanya kabut asap. Berdasarkan Air Quality Index atau AQI, kualitas udara saat ini masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif sehingga masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan diminta lebih berhati-hati.
“Kondisi kualitas udara di Kota Tarakan saat ini berdasarkan Air Quality Index termasuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif,” tuturnya.
Dengan kondisi udara yang masih dipengaruhi asap, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kesehatan. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi vitamin apabila dibutuhkan menjadi langkah yang disarankan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker untuk meminimalisir terkena ISPA, mengurangi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih dan vitamin jika dibutuhkan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







