Predator Ukuran Besar Mati Terjaring Pukat Warga di Sungai Sekatak

Bulungan8 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Seekor buaya berukuran besar ditemukan mati setelah tersangkut di pukat atau jaring ikan milik warga di aliran Sungai Sekatak, Desa Bunau, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan.

Buaya ditemukan oleh seorang warga bernama Hendrik saat hendak mengecek pukat yang sebelumnya dipasang untuk mencari ikan.

Kapolsek Sekatak AKP Marsono melalui personel Regu A mengatakan, kejadian tersebut bermula pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 20.00 WITA.

Saat itu, Hendrik pergi ke Sungai Sekatak untuk mencari ikan dengan cara memasang pukat di aliran sungai. Pukat tersebut kemudian ditinggalkan dan akan kembali dicek pada keesokan harinya.

Baca Juga :  Asap Karhutla, Kualitas Udara di Bulungan Masuk Kategori Tidak Sehat

“Pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WITA, warga memasang pukat di aliran Sungai Sekatak untuk mencari ikan,” katanya saat dikonfirmasi Selasa (1/9/2026).

Kemudian pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA, Hendrik kembali ke lokasi untuk melihat hasil tangkapan dari pukat yang dipasangnya.

Namun, bukan ikan yang ditemukan, Hendrik justru melihat seekor buaya berukuran cukup besar sudah tersangkut di jaring yang sudah ia pasang.

Saat ditemukan, kondisi buaya sudah dalam keadaan mati.

Baca Juga :  Empat Hari Ikut Pemadaman Karhutla, Warga Sajau Hilir Meninggal di Lokasi Kebakaran

“Ketika warga kembali untuk mengecek pukat yang dipasang malam sebelumnya, ditemukan seekor buaya yang tersangkut di pukat dan kondisinya sudah mati,” jelasnya.

Melihat hal tersebut, Hendrik kemudian bersama sejumlah warga Desa Bunau membawa buaya tersebut ke pinggir sungai.

Karena ukuran buaya cukup besar, warga mengalami kesulitan untuk membawa dan menguburkannya dalam kondisi utuh. Warga akhirnya memotong tubuh buaya tersebut menjadi beberapa bagian.

Setelah dipotong, bagian tubuh buaya kemudian dikuburkan oleh warga di pinggiran Sungai Sekatak. Lokasi penguburan dipilih yang cukup jauh dari pemukiman warga.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla, Pembelajaran Siswa Bulungan Dialihkan ke Rumah

“Karena ukuran buaya terlalu besar, warga kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian sebelum dikuburkan di pinggir sungai yang jauh dari pemukiman,” ujarnya.

Penemuan buaya tersebut menjadi perhatian warga sekitar, mengingat aktivitas mencari ikan di sungai masih dilakukan masyarakat Desa Bunau.

Meski demikian, berdasarkan laporan pihak kepolisian, situasi setelah penemuan buaya tersebut masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Untuk situasi saat ini aman, tertib dan terkendali,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *