benuanta.co.id, BULUNGAN — Kualitas udara di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 pada Ahad (30/8/2026) pukul 15.00 WITA tercatat mencapai 117,5 μg/m³.
Berdasarkan pemantauan menggunakan alat pengukur PM2.5, kondisi tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Sylvi Yulianti, mengatakan tingginya konsentrasi PM2.5 menunjukkan adanya peningkatan partikulat halus di udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Untuk kondisi kualitas udara di wilayah Bulungan pada pukul 15.00 WITA, nilai konsentrasi PM2.5 sebesar 117,5 μg/m³ dan masuk kategori tidak sehat,” ujar Sylvi.
Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara berada pada kategori tersebut. Terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan. Penggunaan masker yang sesuai dapat menjadi salah satu langkah perlindungan, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah. Kondisi kualitas udara ini perlu menjadi perhatian di tengah potensi munculnya asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kaltara.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan kualitas udara untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Perubahan arah dan kecepatan angin juga dapat memengaruhi penyebaran partikulat di udara.
Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG serta mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







