Curah Hujan Tinggi, Ruas Jalan Lembudud-Long Layu di Krayan Selatan Lumpuh Penuh Lumpur 

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, kembali mengalami kondisi kritis akibat hujan yang terus mengguyur hampir setiap hari. Curah hujan yang tinggi menyebabkan akses transportasi darat lumpuh total, sementara stok bahan kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) mulai habis.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada ruas jalan Lembudud–Long Layu. Badan jalan hancur dan berubah menjadi kubangan lumpur sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

“Saat ini hampir setiap hari hujan. Jalan Lembudud–Long Layu hancur, badan jalan hanya menjadi kubangan lumpur dan tidak bisa dilewati. Kondisi Krayan Selatan sudah sangat kritis,” ujar Oktavianus.

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Kaltara Soroti Minimnya Sosialisasi Juknis SPMB di Nunukan

Ia menjelaskan, lumpuhnya jalur distribusi menyebabkan pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah terhenti. Berbagai kebutuhan seperti gula, kopi, dan bahan makanan lainnya kini mulai habis di sejumlah toko.

“Stok barang kebutuhan dari kota sudah habis. Gula, kopi, dan berbagai jenis makanan sudah sangat sulit didapat. Ditambah lagi BBM juga kosong. Masyarakat saat ini hanya bertahan dengan bahan dan barang yang masih tersedia,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Ciduk 2 Karyawan PT KHL II yang Diduga Curi Ban Dump Truck Perusahaan

Menurutnya, kondisi ini membuat Krayan Selatan terisolasi. Jalur darat tidak dapat dilalui, sementara transportasi udara juga terkendala karena kondisi landasan pacu yang licin akibat hujan.

“Beberapa hari lalu ada pasien yang harus dirujuk ke Tarakan, tetapi sampai hari ini belum bisa diberangkatkan. Jalan darat tidak bisa dilewati, sedangkan pesawat juga tidak dapat mendarat karena kondisi bandara licin,” ungkapnya.

Dampak kelangkaan BBM juga dirasakan pada pelayanan listrik. Saat ini, listrik dari PLN hanya dapat beroperasi sekitar empat jam setiap hari, yakni mulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan bagi Pekerja Migran, RSUD Nunukan Gandeng BP3MI Kaltim-Kaltara

“PLN hanya menyala sekitar empat jam karena stok BBM tidak ada. Akibatnya jaringan Telkomsel juga ikut terganggu karena operasionalnya bergantung pada pasokan listrik dari PLN,” jelasnya.

Oktavianus berharap pemerintah segera mengambil langkah darurat untuk membuka akses menuju Krayan Selatan serta menyalurkan bantuan logistik, BBM, dan layanan kesehatan agar kondisi masyarakat tidak semakin memburuk. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *