benuanta.co.id, NUNUKAN – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. Aliansyah, menegaskan pembinaan quran harus dilakukan secara berkelanjutan untuk melahirkan generasi qurani yang berprestasi. Menurutnya, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) hanya menjadi sarana mengukur hasil pembinaan yang telah dilakukan.
“MTQ hanyalah salah satu tahapan untuk mengukur hasil pembinaan. Yang terpenting adalah bagaimana pembinaan terus berjalan setelah perlombaan selesai. Dari proses yang berkelanjutan itulah akan lahir generasi Qur’ani yang berkualitas dan mampu berprestasi di berbagai tingkatan,” ujarnya.
Aliansyah mengatakan, keberhasilan peserta dalam ajang MTQ tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan. Karena itu, ia berharap pembinaan terhadap qari, qariah, hafiz, hafizah, maupun peserta cabang lainnya terus diperkuat.
Ia juga mengapresiasi perjuangan Kafilah Kabupaten Nunukan yang telah mengikuti seluruh cabang perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, capaian yang diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Bagi yang telah meraih prestasi, jadikan keberhasilan ini sebagai penyemangat untuk terus belajar. Sementara yang belum berhasil, jangan berhenti berlatih. Prestasi bukan diraih dalam waktu singkat, tetapi melalui pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan,” katanya.
Aliansyah menilai hasil MTQ dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pola pembinaan di Kabupaten Nunukan. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, LPTQ, lembaga pendidikan, dan masyarakat terus ditingkatkan agar lahir lebih banyak bibit unggul yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
“MTQ telah selesai, tetapi pembinaan harus terus berjalan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Insya Allah akan lahir generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nunukan di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







