benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemulihan akses darat menuju wilayah Krayan Selatan terus dikebut. Dari lima titik jalan terdampak longsor yang menjadi prioritas penanganan, empat titik kini telah dikerjakan dan menyisakan satu titik lagi. Penanganan dilakukan tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dengan dukungan alat berat.
Kasubbid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Nunukan, Mulyadi, mengatakan penanganan terus dilakukan di lapangan. Dari lima titik yang diintervensi, pekerjaan saat ini telah mencapai empat titik.
“Yang jelas kita intervensi itu ada lima titik yang dikerjakan. Saat ini sudah empat titik, tinggal satu titik lagi,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, tim masih bergerak menuju lokasi untuk memantau perkembangan terbaru sekaligus mendokumentasikan kondisi jalan setelah dilakukan penanganan. “Kalau itu mungkin agak malam karena ini aku menuju ke lokasi ambil foto terbaru untuk jalan yang diperbaiki,” katanya.
Mulyadi memperkirakan satu titik yang tersisa dapat dituntaskan dalam waktu dua hingga tiga hari, dengan catatan kondisi cuaca dan pekerjaan alat berat tidak mengalami kendala. “Prediksi dua atau tiga hari sudah tuntas,” tambahnya.
Penanganan yang telah dilakukan mulai memberikan dampak terhadap mobilitas warga. Sejumlah kendaraan yang sebelumnya kesulitan melintas kini sudah dapat melewati ruas jalan yang telah dibuka.
“Sudah ada kendaraan yang lewat. Sabtu itu ada dua kendaraan yang berhasil melintas,” katanya.
Meski akses mulai terbuka, kondisi jalur belum sepenuhnya normal. Kendaraan yang melintas tetap harus memiliki kondisi prima dan spesifikasi yang sesuai dengan karakter medan. Mulyadi menyebut waktu tempuh menuju wilayah Krayan Selatan yang sebelumnya terkendala parah kini mulai berkurang.
“Sekarang kurang lebih empat sampai lima jam sudah bisa ditempuh. Tapi memang kendaraan yang digunakan harus kendaraan yang kondisinya bagus dan spesifikasinya sesuai,” jelasnya.
Sebelumnya, kerusakan sejumlah titik jalan membuat perjalanan menuju Krayan Selatan menjadi sangat berat. Bahkan, terdapat pengendara yang terpaksa menghentikan perjalanan dan bermalam di kawasan hutan karena tidak mampu melanjutkan perjalanan. Karena itu, pembukaan akses menjadi salah satu prioritas penanganan. Namun, masyarakat diminta tetap waspada karena sebagian jalur masih dalam proses pengerjaan.
Mulyadi juga mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan perjalanan, terutama ketika kondisi cuaca memburuk.
“Jalurnya belum normal sepenuhnya. Masih ada pekerjaan yang harus kita lanjutkan, jadi masyarakat yang melintas tetap harus berhati-hati,” tuturnya.
Untuk mempercepat pemulihan akses, alat berat terus dioptimalkan selama kondisi cuaca memungkinkan. Pekerjaan juga dilakukan hingga malam hari agar pembukaan dan penguatan badan jalan dapat segera dituntaskan.
Dengan empat dari lima titik telah ditangani, BPBD menargetkan seluruh pekerjaan prioritas segera rampung sehingga akses masyarakat menuju Krayan Selatan dapat kembali digunakan dengan lebih baik.
Pemulihan jalur darat ini menjadi penting karena akses tersebut merupakan salah satu jalur utama mobilitas masyarakat. Gangguan jalan turut berdampak terhadap distribusi kebutuhan pokok, pengangkutan hasil pertanian, pelayanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi warga. Tim gabungan masih memantau kondisi ruas yang telah diperbaiki sekaligus melanjutkan penanganan pada titik terakhir. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina








