benuanta.co.id, NUNUKAN– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nunukan terus digenjot, namun operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum sepenuhnya berjalan.
Sejumlah dapur masih tersendat akibat belum terpenuhinya standar kesehatan lingkungan dan administrasi.
Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Utara, Sulaimana, mengungkapkan dari 14 dapur SPPG yang telah mengantongi SK, baru 10 yang aktif menyalurkan makanan bergizi kepada masyarakat.
“Masih ada tiga dapur yang di-suspend, dan satu lainnya belum bisa beroperasi karena administrasinya belum lengkap,” kata Sulaimana.
Ia menjelaskan, dapur SPPG tersebut tersebar di lima wilayah layanan, yakni Nunukan, Nunukan Selatan, Pulau Sebatik, Sembakung, dan Sebuku.
Tiga dapur yang dihentikan sementara berada di wilayah Nunukan dan Pulau Sebatik, sementara satu dapur di Sembakung Atulai masih dalam tahap pemenuhan dokumen.
Di tengah keterbatasan itu, jumlah penerima manfaat MBG di Nunukan sudah mencapai 27.886 jiwa. Sebagian besar merupakan peserta didik, disusul kelompok rentan lainnya.
“Penerima terdiri dari 23.852 peserta didik, 1.370 tenaga pendidik, 86 non-tenaga pendidik, 1.874 balita, 285 ibu hamil, dan 446 ibu menyusui,” sebutnya.
Sulaimana menegaskan, penghentian sementara operasional dapur bukan tanpa alasan. Langkah tersebut diambil untuk memastikan standar keamanan pangan benar-benar terpenuhi sebelum layanan diperluas.
“SLHS dan IPAL wajib dipenuhi. Ini menyangkut langsung kesehatan masyarakat, jadi tidak bisa dikompromikan,” tegasnya.
Menurutnya, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi tolok ukur kebersihan proses pengolahan makanan, sementara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) memastikan limbah dapur tidak mencemari lingkungan.
BGN, lanjutnya, terus melakukan pendampingan agar seluruh dapur segera memenuhi persyaratan. Dengan begitu, dapur yang masih terkendala diharapkan bisa kembali beroperasi dalam waktu dekat.
“Kalau semua syarat terpenuhi, kapasitas layanan pasti meningkat dan jangkauan penerima akan semakin luas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







