Tim Staf Ahli Panglima TNI Kunjungi Sebatik, Siapkan Kajian Penguatan Kawasan Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik kembali menjadi perhatian TNI.

Tim Staf Ahli Panglima TNI Bidang Hubungan Internasional (Hubint) melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kamis (4/6/2026), untuk mengumpulkan data lapangan sebagai bahan kajian strategis terkait kerja sama pertahanan dan pengelolaan wilayah perbatasan.

Rombongan dipimpin Ahli Tingkat III Bidang Hubint Panglima TNI, Mayjen TNI Irawan, S.H., M.H., C.Fra, yang bersama tim melakukan peninjauan langsung sejumlah titik strategis di Pulau Sebatik.

Kegiatan diawali dengan rapat pengumpulan data di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai Nyamuk yang dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola perbatasan, hingga kepala desa di wilayah Sebatik.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Mengintai Nunukan, Warga Diminta Waspadai Banjir dan Pohon Tumbang

Mayjen TNI Irawan mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memperoleh gambaran langsung kondisi kawasan perbatasan sebagai bahan penyusunan kajian bidang hubungan internasional dan kerja sama luar negeri di lingkungan TNI.

“Data lapangan sangat penting untuk memastikan kajian yang disusun sesuai dengan kondisi riil di wilayah perbatasan. Sebatik memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga berbagai aspek keamanan dan kerja sama lintas batas perlu terus diperhatikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejari Nunukan Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan TPPO dari 47 Kasus Perkara Inkrah

Menurutnya, hasil pengumpulan data akan menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan penguatan pertahanan negara, koordinasi keamanan lintas batas, hingga pengembangan kerja sama dengan negara tetangga.

Setelah rapat di PLBN Sungai Nyamuk, rombongan melanjutkan kunjungan ke sejumlah lokasi strategis, di antaranya Pos Angkatan Laut Somel, patok perbatasan Indonesia-Malaysia, hingga Dermaga Penyeberangan Bambangan.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana pendukung pengamanan perbatasan serta aktivitas masyarakat yang berada di kawasan lintas negara. Irawan menegaskan, kawasan perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus menjadi wajah terdepan Indonesia di hadapan negara tetangga.

Baca Juga :  Balap Liar di Jalan TVRI Nunukan Dibubarkan Polisi, Masyarakat Harap Patroli Rutin di Titik-titik Rawan

“Penguatan tata kelola dan pengawasan wilayah perbatasan harus dilakukan secara berkelanjutan. Selain menjaga kedaulatan, langkah ini juga penting untuk memastikan hubungan yang baik dengan negara tetangga tetap berjalan seimbang dan mengutamakan kepentingan nasional,” katanya.

Pulau Sebatik sendiri merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang wilayahnya terbagi dengan Malaysia.

“Dengan posisi geografis tersebut menjadikan Sebatik sebagai kawasan strategis dalam aspek pertahanan, keamanan, maupun hubungan antarnegara,” jelasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *