Wabup Hermanus Resmikan Program MBG di Sembakung Atulai

benuanta.co.id, NUNUKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjangkau masyarakat di Kecamatan Sembakung Atulai dengan beroperasinya dapur penyedia makanan bergizi di Desa Pagaluyon. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di wilayah pedalaman Kabupaten Nunukan.

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus mengatakan, program MBG merupakan salah satu langkah konkret untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan asupan gizi masyarakat.

Menurutnya, persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas pendidikan dan produktivitas masyarakat di masa depan.

Baca Juga :  Bappeda Nunukan Matangkan RKPD 2027, Fokus Sinkronisasi Program dan Anggaran

“Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang cukup akan tumbuh lebih sehat dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik. Begitu juga ibu hamil dan balita yang menjadi kelompok penting dalam pencegahan stunting,” kata Hermanus.

Ia menilai keberadaan dapur MBG di Sembakung Atulai menjadi langkah positif karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini berada cukup jauh dari pusat pelayanan. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Jaga Stabilitas Harga Kelapa Sawit, Bupati Nunukan Terbitkan SE Nomor 47 Tahun 2026 

Hermanus berharap pengelolaan dapur dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat. Selain melayani kebutuhan program MBG, dapur tersebut nantinya akan menyiapkan makanan bergizi bagi kelompok sasaran yang telah ditetapkan pemerintah, mulai dari peserta didik tingkat PAUD hingga SMA sederajat, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Baca Juga :  Jadi Ruang Pengembangan Karakter Siswa, Pemkab Nunukan Dukung SMANSA Adventure

Usai melihat langsung proses pengolahan makanan dan kesiapan fasilitas, Hermanus menilai sistem yang diterapkan sudah cukup baik. Namun ia mengingatkan agar kualitas bahan baku, kebersihan, serta standar gizi tetap menjadi perhatian utama dalam operasional dapur.

“Kita ingin program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena tujuan akhirnya bukan hanya menyediakan makanan, tetapi menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *