Rencana Rute RoRo Tawau–Nunukan Mulai Dijajaki

benuanta.co.id, NUNUKAN– Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau terus mendorong penguatan konektivitas wilayah perbatasan melalui penjajakan pembukaan rute kapal RoRo Tawau–Nunukan. Upaya ini mengemuka dalam pertemuan yang difasilitasi KRI Tawau pada 21 April 2026.

Pertemuan tersebut mempertemukan perwakilan Pemerintah Kabupaten Nunukan, ASDP Balikpapan, dan KSOP Nunukan dengan pihak Jabatan Laut Tawau yang dipimpin Tuan Douglas Junggin.

Agenda utama membahas peluang pembukaan jalur penyeberangan RoRo sebagai solusi strategis untuk meningkatkan mobilitas orang dan distribusi barang lintas batas.

Baca Juga :  Rentetan Kebakaran di Nunukan Dipicu Kelalaian Warga

Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, menegaskan inisiatif ini merupakan langkah penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan yang terus meningkat.

“Selama ini layanan penyeberangan masih terbatas pada kapal penumpang dengan kapasitas angkut yang minim. Kehadiran kapal RoRo diharapkan mampu mengakomodasi kendaraan sekaligus logistik, sehingga arus barang dan orang menjadi lebih efisien,” ujar Dino.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Nunukan, Sopir dan Penumpang Truk Tewas di Tempat

Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif, para pihak juga membahas berbagai aspek teknis dan regulasi yang harus dipenuhi. Jabatan Laut Tawau menekankan pentingnya penyusunan proposal awal sebagai dasar pengajuan resmi, mencakup spesifikasi kapal RoRo serta kesiapan infrastruktur pelabuhan.

Menindaklanjuti hal tersebut, ASDP Balikpapan akan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Selanjutnya, kedua negara sepakat untuk mendorong pembahasan rencana ini dalam forum Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) mendatang.

Baca Juga :  Akses Darat Lumpuh, Harga Bahan Pokok dan BBM di Krayan Selatan Melonjak

Dino menambahkan, Konsulat RI Tawau akan terus mengawal proses penjajakan ini melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berkomitmen mendorong terwujudnya konektivitas yang lebih baik di wilayah perbatasan sebagai bagian dari penguatan kerja sama Indonesia–Malaysia,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *