Tangkal Hoaks dari Desa, PWI Nunukan Latih Warga jadi Jurnalis dan MC

benuanta.co.id, NUNUKAN – Upaya meningkatkan literasi informasi hingga ke pelosok desa terus digencarkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan. Melalui Pelatihan Literasi dan Jurnalis Desa (PLJD) 2026 yang digelar Sabtu (18/4/2026) di Kecamatan Tulin Onsoi, puluhan warga dibekali kemampuan dasar jurnalistik hingga public speaking.

Kegiatan ini menjadi lanjutan dari program serupa yang sebelumnya digelar di Pulau Sebatik pada 2024. Meski dipusatkan di Tulin Onsoi, antusiasme peserta juga datang dari Kecamatan Sebuku, Sembakung Atulai, serta desa-desa di sekitarnya.

Sebanyak enam narasumber dihadirkan untuk memberikan materi beragam, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, pembuatan konten media sosial, literasi informasi, hingga keterampilan berbicara di depan publik dan menjadi Master of Ceremony (MC).

Ketua Panitia PLJD 2026, Adharsyah, menegaskan program ini merupakan langkah nyata PWI Nunukan dalam mendekatkan literasi informasi kepada masyarakat desa.

“PWI Nunukan ingin masyarakat semakin melek informasi dan mampu memilah mana yang benar dan mana yang hoaks. Apalagi saat ini, disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian begitu mudah tersebar di media sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga tidak hanya meningkatkan kemampuan menulis, tetapi juga keterampilan komunikasi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain jurnalistik, kami juga melatih peserta agar percaya diri berbicara di depan publik, termasuk menjadi pemandu acara,” tambahnya.

Camat Tulin Onsoi, Kritoforus Belake, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial menuntut masyarakat untuk lebih cerdas dalam menyaring informasi.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu membedakan berita bohong dan informasi yang valid, serta dapat menyampaikan informasi dengan baik kepada publik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Nunukan, Taslee, menilai PLJD 2026 juga dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda desa untuk mengenal dunia jurnalistik dan profesi media lainnya.

“Tidak hanya calon wartawan, tapi juga konten kreator dan MC bisa mengasah kemampuan di sini. Kami melibatkan wartawan bersertifikasi, fotografer, hingga praktisi media untuk memberikan pembekalan yang komprehensif,” ungkapnya.

Taslee menegaskan, program ini merupakan bagian dari sinergi PWI dengan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan literasi dan pengelolaan informasi hingga ke tingkat desa.

“Melalui PLJD, kami ingin memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi penyampai informasi yang cerdas dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *