Cuaca Nunukan Sepekan ke Depan Diperkirakan Tak Menentu, Hujan Variatif Hingga Cerah Berawan

benuanta.co.id, NUNUKAN— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Nunukan merilis prospek cuaca sepekan untuk wilayah Kabupaten Nunukan, periode 15–21 April 2026.

Hasil pemantauan, menunjukkan adanya variasi kondisi cuaca antarwilayah, mulai dari hujan ringan hingga sedang hingga cuaca cerah berawan.

Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga, menyampaikan secara umum potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di wilayah III Kabupaten Nunukan.

“Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang meliputi Krayan, Sei Menggaris, Tulin Onsoi, Lumbis, Lumbis Hulu, Sembakung, dan Sembakung Atulai,” ujar William Sinaga.

Sementara itu, untuk wilayah Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan, kondisi cuaca cenderung lebih stabil dengan dominasi cerah berawan sepanjang periode prakiraan. Secara administratif, wilayah Kabupaten Nunukan memiliki karakteristik cuaca cukup dinamis karena pengaruh topografi dan kedekatan dengan wilayah perbatasan.

Tak hanya itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berada pada kategori lemah hingga moderat pada periode Mei, Juni dan Juli 2026.

William Sinaga menekankan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan krisis air bersih, khususnya di wilayah Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipatif seperti hemat air, panen air hujan, serta menyesuaikan pola tanam,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau larangan pembakaran lahan serta pemantauan informasi iklim secara berkala.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kesiapan infrastruktur irigasi dan sistem manajemen air guna mengantisipasi dampak kekeringan di masa mendatang, khususnya di wilayah rentan, seperti Sebatik dan Pulau Nunukan.

“Kita berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi dinamika cuaca sekaligus mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *