benuanta.co.id, NUNUKAN – Cuaca di Kabupaten Nunukan dalam beberapa hari terakhir didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang kerap disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Hujan yang mengguyur hampir setiap hari tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu genangan air, banjir di kawasan permukiman, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi laut akibat gelombang yang meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, H. Asmar, melalui Kasubbid Penyelamatan Hasanuddin mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini.
“Curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai kejadian seperti banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor di wilayah yang rawan. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan,” ujar Hasan pada Ahad (31/5/2026).
Menurutnya, warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, kawasan rendah, maupun lereng perbukitan perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat hujan turun dalam durasi yang cukup lama.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta berhati-hati saat melintas di tengah hujan dan angin kencang karena risiko pohon tumbang maupun berkurangnya jarak pandang dapat membahayakan keselamatan.
Dampak cuaca buruk juga dirasakan sektor transportasi laut yang menjadi salah satu jalur utama mobilitas masyarakat Nunukan. Nelayan dan operator kapal diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut maupun berlayar.
Sementara itu, warga Nunukan, Rahmat (38), mengaku cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Hampir setiap sore dan malam hujan deras, kadang disertai angin kencang. Kami khawatir kalau hujan terus-menerus bisa menyebabkan banjir seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” katanya.
BPBD Nunukan bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau untuk membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing, menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan deras, serta mengikuti informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG guna meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana. Kami berharap warga tetap waspada namun tidak panik menghadapi kondisi cuaca saat ini,” pungkas Hasan. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Endah Agustina







