benuanta.co.id, NUNUKAN – Kepulan asap tebal disertai kobaran api mengagetkan warga Sei Lancang, Kelurahan Nunukan Selatan, Senin (1/6/2026) pagi. Sebuah rumah sarang burung walet yang telah berproduksi dan bernilai ratusan juta rupiah hangus dilalap si jago merah. Kebakaran diduga dipicu korsleting pada meteran listrik bangunan tersebut.
Bangunan walet milik Ancu (30), warga Jalan Dewi Sartika RT 08 Sei Lancang, terbakar sekitar pukul 06.00 Wita. Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara ledakan keras sebelum api muncul dan dengan cepat membesar.
Bangunan semi permanen berukuran sekitar 4 x 6 meter itu tak mampu diselamatkan saat api terus membakar hampir seluruh bagian bangunan.
Rahman (42), warga Sei Lancang, mengaku sempat terkejut saat mendengar suara ledakan dari arah bangunan walet tersebut.
“Awalnya kami dengar suara seperti ledakan kecil, tidak lama kemudian asap dan api langsung membesar. Warga berusaha membantu memadamkan dengan alat seadanya sambil menunggu petugas damkar datang. Syukur api cepat dipadamkan sehingga tidak merembet ke rumah-rumah di sekitar,” ujarnya, Senin (1/6/2026).
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena bangunan sarang walet tersebut sudah aktif menghasilkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan laporan kejadian diterima dari warga pada pagi hari. Sebelum petugas tiba, warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual.
“Namun karena api semakin membesar, warga tidak mampu mengendalikan kebakaran hingga akhirnya petugas Damkar Sektor Selatan tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman,” ujar Wahyudi.
Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani insiden tersebut. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dijinakkan dalam waktu kurang dari 15 menit. Setelah itu, proses pendinginan dilakukan selama sekitar 30 menit untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Menurut Wahyudi, kondisi bangunan yang terbakar berada cukup dekat dengan permukiman warga. Jarak rumah walet dengan bangunan terdekat hanya sekitar tujuh meter.
“Api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke rumah-rumah warga di sekitarnya,” katanya.
Meski demikian, satu rumah warga turut terdampak akibat panas yang ditimbulkan kebakaran. Kaca jendela rumah tersebut pecah karena terpapar radiasi panas dari kobaran api.
Petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran, meski dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di bagian meteran bangunan. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







