benuanta.co.id, BULUNGAN – Masih dalam rangkaian hari jadi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang ke 9 tahun, disertai perayaan hari ibu ke 93 tahun. Provinsi Kaltara gelar turnamen sepakbola wanita usia 23 tahun Kaltara yang diadakan di lapangan sepakbola Ahmad Yani Kelurahan Tanjung Selor Hulu.
Pertandingan turnamen sepakbola wanita pertama di Kaltara disaksikan oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang dan Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP. Pertandingan turnamen inipun akan berlangsung dari tanggal 16 hingga 20 Desember 2021.
Tanda dimulainya pertandingan Ketua Dewan Pembina Gerakan Sepakbola Wanita Indonesia (GSWI) Kaltara, Hj Rachmawati Zainal pun melakukan tendangan bola untuk menjebol gawang yang dijaga oleh Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.
Rachmawati Zainal dalam sambutan mengatakan dengan terselenggaranya turnamen sepakbola wanita ini menjadi awal para wanita Kaltara untuk menunjukkan bakatnya. Terlebih kedepannya banyak tantangan yang harus di hadapi.

“Dengan pertandingan sepakbola putri ini kita mencari bibit terbaik untuk bisa menuju ke pentas nasional,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Kamis 16 Desember 2021.
Dirinya mengajak kepada para peserta turnamen sepakbola ini memberikan hal terbaik dan mewakili seluruh wanita di Kaltara dalam momen hari jadi Kaltara ke 9 tahun dan hari ibu ke 93 tahun.
“Ini menjadi momentum kebangkitan olahraga khusus sepakbola wanita di Kaltara. Saya minta turnamen ini dijadikan motivasi tersendiri dalam meningkatkan prestasi dan pengalaman,” ujarnya.
Tak hanya itu, Rachmawati juga berharap kegiatan sepakbola wanita ini terus berlanjut secara rutin di kemudian hari. Dalam pertandingan selama 5 hari ini dia meminta para peserta untuk sportif.
“Mari junjung sportifitas dalam pertandingan berikan permainan terbaiknya untuk wanita Kaltara,” terangnya.
Ditempat yang sama, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menyempatkan untuk memberikan arahan kepada para pemain agar memberikan prestasi terbaiknya.
“Kepada para pemain silahkan ukir prestasi sebanyaknya, untuk memperlihatkan sepakbola wanita agar Kaltara lebih dikenal,” ungkap Gubernur.
Setiap pemain pun diminta untuk sportif dalam bertanding, terlebih dia meminta mengutamakan keselamatan diri saat bermain. Kata dia dalam bertanding akan ada 2 yang ditemui menang dan kalah, hal tersebut pun biasa terjadi dalam pertandingan apapun.
“Menang atau kalah hal biasa dalam pertandingan, yang saya minta utamakan keselamatan diri sedangkan juara menjadi nomor sekian,” jelasnya.
Ketua Umum Gerakan Sepak Bola Wanita Indonesia (GSWI) Kaltara yang juga selalu Ketua Panitia, M Yusuf Suardi mengatakan peserta yang mendaftar ada 8 tim berasal dari berbagai daerah di Kaltara. Dia merincikan ada 2 tim dari Kabupaten Nunukan dan 2 tim dari Kabupaten Malinau selebihnya berasal dari Kabupaten Bulungan.
“Semuanya ada 8 tim terbagi dari 2 grup. Untuk Grup A diisi oleh Bina Utama FC, Kaltara Dihati FC, Putri Riam dan The Fire Women FC dan Grup B diisi oleh Persemal Putri, Lemlai Suri FC, Kabudaya Nunukan dan SMAN Tanjung Palas Barat,” sebutnya.
Kata dia pertandingan ke 8 tim ini menggunakan sistem kompetisi, dari 2 grup yang terbentuk akan keluar 2 pemenang yakni juara grup dan runner dari masing-masing grup. Sehingga dalam pertemuan kedua grup nantinya akan bertanding pada semi final dan final.
“Total pertandingan ada 16 partai, dengan waktu pertandingan 2 kali 25 menit dan final nanti 2 kali 30 menit. Sebenarnya pertandingan telah dimulai sejak tanggal 15 Desember dengan babak penyisihan, karena di tanggal 20 Desember sudah tidak ada pertandingan,” jelasnya.
Yusuf Suardi menuturkan total hadiah sebesar Rp 21 juta untuk pembinaan, selain itu ada hadiah yang masuk top skor, best player, trofi dan medali.
“Tadi juga ada pemberian dana sebesar Rp 20 juta dari ibu Gubernur kepada panitia untuk teman-teman partisan di kegiatan ini,” tuturnya.
Orientasi dari GSWI Kaltara para pemain terbaik yang ada akan dibentuk menjadi satu tim untuk ikut mewakili Kaltara dalam seri nasional tahun 2022. Dimana akan ada 34 tim yang akan bertanding di Jakarta setelah itu dalam 4 besar akan bermain di Provinsi Kalimantan Tengah.
“Sebelumnya sudah ada seleksi yang dilakukan di kabupaten kota. Pertandingan ini juga sebagai ajang seleksi, tapi kalau ada permainannya bagus akan kita pakai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







