benuanta.co.id, TARAKAN – Kepergian dr H. Jusuf bin Serang Kasim (Jusuf SK) meninggalkan kenangan dan jasa yang tak akan pernah terlupakan. Hal tersebut dinyatakan oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof. Dr Adri Patton, M.Si. Sosok mendiang Jusuf SK yang melalang buana melakukan pembangunan bagi Kota Tarakan dan Kalimantan Utara (Kaltara), dikatakannya menjadi panutan bagi generasi penerus.
dr H. Jusuf SK dikabarkan meninggal dunia pada siang tadi di RSUD Tarakan, setelah sebelumnya mengidap sakit. Meninggal dunia pada usia 77 tahun, sosok dr Jusuf SK semasa hidupnya selalu terlibat dan berkontribusi terhadap semua aspek pembangunan, salah satunya pendirian Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Prof. Dr Adri Patton, M.Si mengatakan dirinya sungguh merasakan duka atas meninggalnya sosok panutan yang kerap menyapanya ‘adinda’.
“Saya atas nama Rektor UBT, pribadi dan keluarga menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam. Kita doakan dan meyakini bahwa almarhum diterima di sisi Allah SWT. Semoga para keluarga dan kerabat diberikan ketabahan,” ucap Adri Patton.
Dirinya sangat mengagumi sosok dr Jusuf SK yang semasa hidupnya, selalu menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
“Kita semua kehilangan sosok orang tua, ayahanda yang telah bekerja keras untuk kepentingan banyak orang. Beliau menempuh pengabdian sebagai birokrat, politisi dan pemerintahan sebagai Walikota Tarakan dua periode dan Dewan Pendiri UBT. Banyak hal yang kita rasakan saat ini, merupakan hasil perjuangan beliau di masa lalu,” tuturnya.
Rektor UBT itu mengenang banyak hal penting yang selama ini dijalin dengan pria kelahiran 2 Februari 1944 itu. Bahkan dirinya bersaksi bahwa almarhum dr Jusuf SK sosok yang baik.
“Saya ingat sekali nasehat beliau kalau saya jumpai, bahwa kita harus membangun UBT menjadi maju dan berkembang. Beliau memanggil saya adinda,” sambung dia.
Bagi Adri Patton, sosok Jusuf SK ialah orang yang baik, ramah terhadap masyarakat, patut diteladani dan mengayom. Ia pun kerap kali menyambangi JSK untuk memintan nasihat diantaranya sewaktu ia mengikuti seleksi Rektor UBT dan pada saat JSK telah jatuh sakit.
“Banyak hal yang harus kita teladani dan lanjutkan. Semoga kita penerus dapat melanjutkan perjuangan beliau,” tutup Prof. Dr Adri Patton, M.Si. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







